ANALIS MARKET (08/4/2021) : Sentimen Global Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Asset Manajemen (SAM) menyebutkan, pada perdagangan Rabu (7/4) kemarin, bursa global bervariasi.

Dow menguat tipis 16,02 poin atau 0,05% menjadi 33.446,26. Sementara itu, S&P 500 naik 0,15% menjadi 4.079,95 sedangkan Nasdaq melemah tipis 0,07% menjadi 13.688,84.

Dari Eropa FTSE mengalami naik 0,91% menjadi 6.885,32 sementara Stoxx600 turun 0,22% menjadi 434,32.

Dari Asia, Nikkei 225 naik 0,12% sedangkan Kospi naik 0,33%.

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.495. Sedangkan komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini turun 0,35% begitupun Brent melemah 0,11%.

Sementara itu, diperdagangan Kamis (08/4) pagi ini, Nikkei 225 dibuka melemah 0,56% sementara Kospi melemah 0,31%. Adapun indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak menguat masing-masing 0,09%, 0,20%, dan 0,22%.

Lebih lanjut, analis SAM juga menyebutkan beberapa sentiment yang layak dicermati para pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain; 

1.Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeklaim bahwa hingga kini laju pemulihan ekonomi Indonesia sudah sesuai jalur (on the track) atau sudah sesuai dengan proyeksi pemerintah. Namun demikian, pemerintah akan terus mendorong lebih cepat pemulihan ekonomi tersebut melalui vaksinasi Covid-19 serta dukungan kebijakan countercyclical program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Sekretaris Jenderal Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia terus terakselerasi dan sudah menunjukkan fase pemulihan, setelah pada 2020 pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mengalami kontraksi dan yang terdalam terjadi pada kuartal II-2020 yakni minus 5,32%. Ia optimistis target pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 4,5% hingga 5,3% dapat tercapai melalui dukungan peningkatan konsumsi rumah tangga, investasi, belanja pemerintah, dan kinerja ekspor. 

2.Presiden Joe Biden mempromosikan rencana infrastruktur senilai US$ 2,25 triliun dalam pidato Gedung Putih pada hari Rabu, dan menggambarkan perjalanannya sebagai hal yang mendesak untuk menjaga AS tetap kompetitif melawan Tiongkok. Pejabat administrasi mengatakan rencana tersebut mendapat dukungan luas dari orang Amerika biasa dan sebenarnya Amerika telah terlambat setelah puluhan tahun kekurangan investasi di jalan, perawatan anak dan program lainnya. Di sisi lain, Partai Republik telah menolak keras pada tingkat pengeluaran yang diusulkan, prioritas rencana tersebut dan kenaikan pajak yang diminta.

3.Presiden AS Joe Biden mengumumkan semua orang dewasa di seluruh Amerika Serikat (AS) akan dapat divaksin Covid-19 dalam dua minggu ke depan. Pada saat yang sama, negara bagian California menargetkan 15 Juni 2021 untuk membuka kembali kegiatan bisnis sepenuhnya.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM dalam riset yang dirilis Kamis (08/4/2021). 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.