ANALIS MARKET (21/4/2021) : Pergerakan IHSG Cenderung Melemah

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Reliance Sekuritas menyebutkan, diperdagangan kemarin (20/4), IHSG ditutup turun 14.22 poin (-0.23%) ke level 6038.32 dengan saham-saham di sektor keuangan (-0.91%) dan pertambangan (-0.83%) memimpin pelemahan. Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga BI 7Days Reverse Repo Rate dilevel 3.50% ditengah ekspektasi peningkatan inflasi pada bulan ramadhan hingga libur lebaran. Bank Indonesia menyatakan perlu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak ketidak pastian pasar keuangan global meskipun tingkat inflasi dalam negeri masih rendah. Hal tersebut direspon positif diakhir sesi perdagangan hingga mampu sedikit memangkas pelemahan yang terjadi selama jam perdagangan.

Di sisi lain, mayoritas indeks saham Asia ditutup melemah, kemarin (20/4). Indeks Nikkei (-1.97%), TOPIX (-1.55%) dan CSI300 (-0.07%) ditutup pada zona merah sedangkan indeks HangSeng (+0.10%) bertahan tipis di zona hijau. Investor merefleksi adanya aksi profit taking di Wall Street.

Sedangkan Bursa Eropa mayoritas ditutup melemah, kemarin (20/4). Indeks Eurostoxx (-1.98%), FTSE (-2.00%), DAX (-1.55%) dan CAC40 (-2.09%) turun dengan saham-saham produsen tembakau terpuruk setelah pemerintah AS sedang mempertimbangkan aturan baru untuk rokok.

Selanjutnya, investor akan terfokus pada laporan stok persediaan minyak di AS dan hasil pertemuan ECB pada kebijakan sukubunga.

Sementara itu, Indeks Nikkei (-1.33%) dan TOPIX (-1.55%) turun cukup signifikan pada perdagangan Rabu (21/4) pagi ini, mengiringi pelemahan di bursa AS ditengah peningkatan kasus virus di seluruh dunia yang kembali menyebabkan kekhawatiran baru tentang dampak ekonomi.

Optimisme tentang prospek pemulihan ekonomi seiring dengan data ekonomi di AS dan China yang mulai positif seakan memudar. Sebab lonjakan baru kasus Covid-19 di seluruh dunia, meningkatkan prospek lockdown baru dan menghambat pemulihan ekonomi. Adapun Tokyo dan Osaka akan meminta pemerintah Jepang mengumumkan keadaan darurat.

Dari komoditas, harga minyak WTI (-1.48%) turun akibat kekhawatiran permintaan yang kembali terganggu ditengah lonjakan virus. Selain itu, data menunjukan adanya sedikit peningkatan dalam persediaan minyak AS. Sementara itu, harga CPO naik 2.4%.

“Secara sentiment, pergerakan IHSG hari ini cenderung melemah akibat lonjakan virus di seluruh dunia menimbulkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi akan terhambat. Adapun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa tingkat infeksi Covid global mendekati level tertinggi yang pernah ada. Sementara dari dalam negeri, sentimen negatif datang dari pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh bank Indonesia dikisaran 4.1% -5.1%. Padahal sebelumnya, Bank Indonesia optimis ekonomi Indonesia bisa tumbuh di kisaran 4.3% dan 5.3%,” beber analis Reliance Sekuritas dalam riset yang dirilis Rabu (21/4/2021).