ANALIS MARKET (01/3/2021) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi masih mengalami penurunan ditengah tekanan akan kehadiran kenaikkan imbal hasil.

Namun demikian, pada hari Jumat (26/2) kemarin, US Treasury mengalami penurunan yang memberikan tanda bahwa mungkin saja kenaikkan US Treasury akan berakhir.

Kita harus percaya, bahwa Bank Sentral The Fed tidak akan berdiam diri begitu saja melihat US Treasury mengalami kenaikkan. Karena biar bagaimana pun, The Fed harus menjaga imbal hasil untuk tetap rendah karena akan mempengaruhi pinjaman di sector riil. Lagipula Bank Sentral memiliki tools untuk menjaga itu semua apabila ternyata imbal hasil US Treasury kelewat batas. Ingat, inflasi dan tenaga kerja di Amerika juga masih belum dapat dikatakan pulih benar. Semua masih membutuhkan proses dan waktu pemirsa.

Pertanyaannya, bagaimana respon pelaku pasar dan investor? Apakah mereka percaya ataukah mereka akan merespon secara berlebihan?

Sedangkan seperti yang kita ketahui, bahwa proses pemulihan masih akan terus berlangsung, dan tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk apa yang sudah di luluh lantakan oleh Covid 19. Kita tetap harus menjaga ekspektasi dan harapan, tapi jangan ketinggian. Tetap kaki harus menginjak bumi, oleh sebab itu, kami percaya bahwa imbal hasil obligasi, baik US Treasury maupun Indonesia pasti semua akan mengalami penurunan kembali. Lagipula jarak antara tingkat suku bunga dan imbal hasil obligasi tidak boleh terlalu jauh, karena akan menyebabkan disparitas yang terlalu besar. Sehingga pelaku pasar dan investor cenderung akan memilih obligasi sebagai salah satu alternative investasi.

Naiknya imbal hasil yang terjadi sekarang, tentu sedikit banyak akan mempengarui lelang esok hari.

Nah, yang membuat seharusnya pelaku pasar dan investor lebih tenang adalah, karena Bank Sentral di seluruh dunia, mulai dari Asia hingga Amerika, tidak ketinggalan Eropa, mereka bersiap untuk melakukan intervensi di dalam pasar obligasi.

Fungsinya buat apa? Untuk menjaga agar imbal hasil tidak kembali mengalami kenaikkan. Bank Sentral telah memberikan ancaman kepada obligasi untuk bergerak terkendali. Yang sudah berhasil menjinakkan obligasi adalah Bank Sentral Australia pastinya yang terbukti ampuh hari ini. Namun bagaimana dengan negara Asia lainnya?

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, diperdagangan Senin (01/3) pagi ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.

“Kami merekomendasikan wait and see dan ikuti lelang esok hari,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Senin (01/3/2021).

Adapun cerita di awal pekan akan kita awali dari;

1.APA KABAR STIMULUS?

Duuh sudah lama pemirsa, tidak mendengar kabar mengenai perjuangan Biden dan Yellen untuk meloloskan Rancangan Stimulus senilai $1.9 triliun. Kabar terakhir, Biden meminta kepada anggota parlement untuk segera menyetujui paket stimulus tersebut yang sebelumnya pada akhirnya sudah disahkan oleh DPR. Sekarang paket stimulus tersebut sedang menuju Senat untuk disahkan. Biden mengatakan bahwa sudah waktunya untuk bertindak, dan begitu besar animo masyarakat Amerika yang mendukung agar stimulus tersebut dapat segera di sahkan. Biden mengatakan bahwa kita tidak boleh membuang buang waktu, oleh sebab itu kita harus bertindak dengan tegas, berani, dan cepat untuk bisa mengatasi Covid 19 agar perekonomian Amerika bisa berjalan seperti semula. Yellen pun mendukung dengan mengatakan bahwa Rancangan Stimulus ini akan dapat memastikan masyarakat Amerika bisa berhasil untuk mencapai sisi lain dari pandemic ini sehingga bisa mendapatkan perekonomian yang kuat dan terus mengalami pertumbuhan. Yellen mengatakan bahwa dirinya sebagai seorang ekonom dan masyarakat Amerika, saya memuji dukungan DPR yang mendukung perjuangan Rencana Stimulus penyelamatan Amerika. Ya iyalah ya pemirsa, DPR nya kan diisi oleh Partai Demokrat. Menurut Yellen, ada consensus yang sangat luas di antara para ekonom, bahwa masyarakat Amerika membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mendapatkan makanan dan menjaga kebutuhan rumah tangganya hingga wabah virus corona usai. Biden menghubungi Nancy Pelosi dan memuji kepemimpinan Nancy yang begitu luar biasa. Sebagai informasi, DPR sendiri berhasil memungut suara dengan total nilai 219 – 212 untuk dapat mengesahkan Rancangan Stimulus tersebut, yang dimana ternyata Republik juga sebagian besar mendukung rencana tersebut. Nah sekarang Rancangan Stimulus tersebut telah pindah kemeja Senat yang dimana tentu Biden berharap bahwa Rancangan tersebut dapat disahkan lebih cepat untuk dapat memberikan bantuan kepada masyarakat Amerika. Sebagai pesan dari Republik, meskipun sebagian mendukung rencana tersebut, banyak juga yang mengatakan bahwa rencana Biden terkait dengan stimulus tersebut sudah terlalu jauh hanya untuk mengatasi wabah virus corona. Perwakilan Republik sendiri mengatakan bahwa Partai Demokrat mengeksploitasi krisis yang ada sekarang ini untuk memaksa kami, yang dimana kami mau tidak mau menyetujui proyek mereka. Tapi meskipun Biden mendapatkan kecaman dari Partai Republik, tidak sedikit lho masyarakat yang mendukung Biden dalam menerbitkan stimulus tersebut. 7 dari 10 dari masyarakat Amerika setuju bahwa Pilarmas merupakan Sekuritas terbaik saat ini, yuk kunjungi kami di pilarmas-investindo.co.id. Eh, maksud kami 7 dari 10 masyarakat Amerika setuju bahwa stimulus merupakan sesuatu yang dibutuhkan saat ini, hanya 24% yang menentang rencana tersebut. Sebagai penyegar ingatan kita pemirsa, Rancangan Stimulus tersebut akan memberikan bantuan senilai $1.400 kepada para pembayar pajak yang menghasilkan penghasilan sebanyak $75.000 atau $150.000 per pasangan. Biden mengatakan bahwa dirinya yakin bahwa resiko yang dihadapi oleh Amerika bukanlah yang berkepentingan melakukan sesuatu yang berlebihan, tetapi bahwa para yang berkepentingan tidak cukup berani untuk berbuat banyak untuk melakukan sesuatu sehingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang lebih lamban, mirip dengan situasi dan kondisi pada tahun 2008 – 2009 silam. Tidak hanya warga masyarakat Amerika yang mendukung, beberapa kelompok bisnis juga mendukung rencana Biden untuk memberikan stimulus kepada masyarakat Amerika. Tentu ini semakin memberikan kekuatan ekstra bagi Biden yang memperjuangkan stimulus tersebut, bahwa dibelakang Biden ada masyarakat Amerika yang mendukung rencana tersebut. Yellen sendiri mengatakan bahwa rencana pemulihan perekonomian menggunakan stimulus dapat membuat perbedaan antara warga masyarakat Amerika yang mulai kembali bekerja saat ini atau masih harus berjuang hingga 2025 untuk memulihkan pasar tenaga kerja. Namun bicara masalah ketenagakerjaan, kami belum mendapatkan informasi yang cukup apakah dalam Rancangan Stimulus tersebut upah minimum dapat ikut dinaikkan atau tidak. Sejauh ini peraturan terkait dengan kenaikkan upah minimum masih belum berubah, namun ada potensi untuk naik secara bertahap. Partai Demokrat masih akan berusaha untuk mendorong perubahan ini kepada Senat. Dan tentu saja, Partai Demokrat berharap bahwa Senat dapat meloloskan rencana tersebut. Kalaupun Partai Republik menghadang, maka Demokrat akan menggunakan jalur cepat, bukan tol yang pemirsa. Pelosi sendiri akan berusaha untuk melanjutkan perjuangan kenaikkan upah minimum tersebut, dan Pelosi berjanji untuk mencari solusi yang tepat dengan peraturan yang berlaku di Senat. Oleh sebab itu, perkembangan masih akan terus terjadi. Well mari kita lihat apa yang akan terjadi dalam beberapa hari mendatang, karena sebagai informasi, tunjangan pengangguran akan habis masanya pada tanggal 14 March 2021 mendatang, dan Biden sudah harus mendapatkan persetujuan biasanya 1 minggu sebelum tanggal tersebut agar bisa segera disahkan. Perjuangan tentu saja masih belum berakhir, namun apabila Rancangan Stimulus ini berhasil, tentu saja ini akan mendorong kembali pergerakan pasar kedepannya.

2.HEY BONDS, BERSIAPLAH!!

Bonds, bukanlah James Bonds. Tapi bonds versi obligasi ya pemirsa. Kali ini kenaikkan imbal hasil obligasi yang menggetarkan seluruh dunia mendapatkan perhatian dari Bank Sentral di seluruh dunia. Dari kutub selatan sampai kutub utara, dari makan indomie hingga spaghetti, semua bersatu paDu untuk melawan yang namanya obligasi. Bagaimana tidak, kenaikkan US Treasury yang membuat imbal hasil di seluruh dunia mengalami kenaikkan imbal hasil, membuat pasar ekuitas bergoyang. Kenaikkan cost of fund di sector riil membuat ekspektasi pemulihan ekonomi kian semakin nyata, meskipun di atas kertas data inflasi dan tenaga kerja masih lemah. Bank Sentral mengeluarkan ultimatum, bahwa Bank Sentral berjanji untuk membeli lebih banyak obligasi untuk menekan kenaikkan imbal hasil dan memberikan akomodasi kebijakan yang lebih banyak. Bank Sentral Australia siap untuk melakukan lebih dari $2 miliar pembelian obligasi yang tidak terjadwal sebagai bagian dari rencana aksi untuk menenangkan obligasi. Tidak hanya Australia, Bank Sentral Korea juga akan melakukan hal yang sama meksipun masih dalam sesuai jadwal selama beberapa bulan kedepan. Bank Sentral Eropa sendiri siap untuk melakukan lebih banyak intervensi untuk menjaga imbal hasil obligasi agar jangan sampai menganggu pertumbuhan ekonomi. Respon dari para Bank Sentral tentu saja menenangkan pasar, lagipula seperti yang kami sampaikan sebelumnya. Tidak perlu kita merasa cemas dengan kenaikkan imbal hasil, karena ini hanya sementara. Lagipula nih ya pemirsa, kalaupun imbal hasil mengalami kenaikkan yang keterlaluan, tidak mungkin Bank Sentral akan diam saja. Meskipun saat ini pelaku pasar dan investor tenang, namun ada sedikit kekhawatiran bahwa kenaikkan imbal hasil obligasi akan mempengaruhi proses pemulihan ekonomi. Para pejabat justru khawatir akan adanya reflasi yang menyebar ke pasar yang dapat masuk ke dalam pemulihan ekonomi, sedangkan seperti yang kita ketahui, bahwa ekonomi masih belum pulih dari sakit hati karena corona. Apa yang dilakukan Bank Sentral memang belum tentu efektif, namun siapa lagi yang bisa melakukan kalau bukan Bank Sentral bukan? Justru yang kami khawatirkan itu adalah Bank Sentral Eropa pemirsa, meskipun mereka banyak berdikusi tapi jarang ada isinya. Kami khawatir justru Bank Sentral Eropa tidak mampu berbuat lebih banyak menghadapi kenaikkan imbal hasil tersebut. Meskipun demikian, seseorang yang bertanggung jawab untuk operasi pasar Bank Sentral Eropa mengatakan bahwa Bank Sentral akan melakukan langkah-langkah untuk menghadapi kenaikkan imbal hasil, yang dimana langkah langkah tersebut meningkatkan retorika pelaku pasar dan investor terhadap optimisme tentang ekonomi kawasan Eropa. Kenaikkan suku bunga jangka panjang dalam tahap awal pemulihan dapat menarik dan mempengaruhi kebijakan kebijakan yang penting namun terlalu dini untuk dibahas mengingat perekonomian sendiri masih terlalu rapuh. Dari kawasan Asia Pasifik, Bank Sentral Australia mulai bersiap untuk menghadapi gelombang berikutnya dari kenaikkan imbal hasil obligasi. Bank Sentral Australia akan bersiap untuk membeli obligasi senilai A$3 miliar atau $2.4 miliar untuk meredam aksi jual di pasar obligasi. Dan hari ini, apakah yang dilakukan oleh Australia terbukti, imbal hasil obligasi Australia 10y mengalami penurunan terdalam dalam kurun waktu 12 bulan terakhir. Spekulasi mulai bermunculan saat ini, apakah Bank Sentral Australia akan melakukan intervensi kembali atau tidak. Para pembuat kebijakan akan berkumpul pada hari Selasa nanti untuk membahas beberapa langkah untuk melawan obligasi. Harapannya adalah ada aksi lanjutan dari Bank Sentral Australia terkait dengan sikap terhadap obligasi. Tidak hanya Bank Sentral Australia pemirsa, Bank Sentral Jepang sendiri belum melakukan apa apa, namun Taro Aso sebagai Menteri Keuangan telah memberikan peringatan kepada obligasi untuk jangan macem macem dengan Jepang saat ini :D. Taro Aso mengatakan dirinya siap untuk memastikan bahwa pergerakan pasar masih akan terukur untuk menjaga kepercayaan pasar dengan management fiscal yang kuat. Gubernur Hirohiko Kuroda mengatakan bahwa Bank Sentral tidak akan mengubah target imbal hasil dan akan menjaga yield curve untuk tetap rendah. Jepang sebagai negara pengguna jurus Yield Curve Control tentu tidak akan tinggal diam melihat imbal hasil obligasi bergejolak. Oleh sebab itu seperti yang kami sampaikan, tidak perlu berlebihan dalam menanggapi hal ini, namun juga jangan lengah untuk mencermati setiap situasi dan kondisi yang ada.