ANALIS MARKET (05/3/2021) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi tidak beranjak, justru mengalami penurunan kembali meskipun tidak banyak.

Sejauh ini masih terkendali, namun tekanan kenaikkan US Treasury masih berasa terhadap pergerakan pasar obligasi dalam negeri.

Situasi dan kondisi saat ini masih dalam keadaan dimana volatilitas masih sangat tinggi. Perubahan arus masih akan terjadi, cermati setiap sentiment yang ada, karena akan menjadi arah pergerakan pasar selanjutnya.

Sudah cukup bosan kita membahas mengenai US Treasury dan obligasi SUN, kali ini kita akan mencoba untuk membahas pasar obligasi korporasi. Dalam laporan yang disampaikan oleh Fitch Ratings, mereka mengatakan bahwa tekanan tekanan bagi perusahaan perusahaan di Indonesia yang memiliki rating negative akan mulai berkurang tahun ini, karena tahun ini ditopang oleh prospek pemulihan ekonomi.

Fitch berharap sector yang tadinya terkena dampak yang cukup besar seperti, property, konstruksi, dan pertambangan diharapkan akan mulai mengalami perbaikan.

Tidak hanya terkait dengan prospek pemulihan ekonomi, namun stimulus dan dorongan yang diberikan oleh pemerintah juga membantu prospek pemulihan dapat berjalan dengan baik, tidak terkecuali melalui bantuan langsung tunai dan beberapa kebijakan baru.

Saat ini prospek pemulihan ekonomi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat vaksin dapat distribusikan, dan sejauh mana tingkat efektivitas virus mampu memberikan imunitas bagi tubuh.

Hal ini menjadi penting karena memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat untuk mulai melakukan konsumsi.

Namun tidak berarti Fitch tidak memberikan gambaran akan resiko yang akan dihadapi oleh Indonesia pemirsa. Fitch mengatakan bahwa apabila pandemic terjadi untuk waktu yang lama, hal ini akan membuat pembatasan aktivitas akan mempengaruhi pemulihan perekonomian.

Kehadiran virus baru yang terjadi di hari raya ulang tahun Corona juga semakin menambah tekanan potensi akan gelombang berikutnya apabila tidak segera di atasi.

Perjalanan masih cukup panjang, proses pemulihan masih akan berlangsung, bisa atau tidaknya kita bangkit tergantung sejauh mana penopang proses tersebut diberikan oleh para pelangku kepentingan.

Lebih lanjut analis Pilarmas menilai, di akhir pekan ini, pasar obligasi akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas apalagi ada yang disampaikan oleh Powell membuat kita kecewa hari ini.

“Kami merekomendasikan wait and see,” sebut analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Jumat (05/3/2021).

Adapun cerita hari ini akan kita awali dari;

1.AKU KECEWA SAMA KAMU OM POWELL

Duilee.., sudah kaya orang pacaran pemirsa. Tapi memang kami kecewa sama Om Powell, bukan kecewa sembarang kecewa pemirsa, kecewa beuraat. Ini sudah termasuk dari hati yang paling dalam. Pasalnya nih, Om Powell mengatakan kemarin bahwa The Fed akan mengamati pergerakan imbal hasil obligasi khususnya jangka panjang yang mengalami kenaikkan lebih tinggi, namun The Fed akan berhenti untuk mengendalikannya. Powell mengatakan bahwa naiknya imbal hasil akhir akhir ini merupakan sesuatu yang penting dan menarik perhatian. Powell prihatin dengan situasi dan kondisi pasar yang tidak teratur karena akan mengancam tujuan yang kami sudah targetkan sebelumnya. Imbal hasil obligasi yang naik dalam beberapa hari terakhir memberikan sebuah gambaran meningkatnya ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat diikuti dengan inflasi yang lebih cepat pulih setelah pandemic berakhir. Pasar terkadang bergejolak karena mengikuti supply and demand yang terjadi di pasar, permasalahannya nih pemirsa, imbal hasil yang lebih tinggi juga sedikit banyak akan memberikan dampak terhadap saham saham yang bergerak di bidang teknologi di Amerika. Powell padahal berulang kali selalu berusaha untuk menyakinkan pasar yang gelisah karena The Fed selalu mengatakan bahwa The Fed tidak akan pernah menarik dukungannya terhadap ekonomi, karena perekonomian harus pulih khususnya setelah pandemic berakhir. Perekonomian yang jauh lebih baik dari sebelum pandemic merupakan sebuah harapan yang diutarakan oleh Powell. Powell hanya mengatakan bahwa The Fed akan mencoba bersabar, karena saat ini situasi dan kondisinya masih jauh dari harapan kami. Menghadapi pertemuan The Fed pada tanggal 16 – 17 Maret, tentu ini semua akan menjadi perhatian pasar dari kacamata manakah Powell akan membawa The Fed untuk melihat situasi dan kondisi pasar saat ini. US Treasury 10y terus mengalami kenaikkan, hal inilah yang mendorong inflasi terus mencatatkan kenaikkan ekspektasi inflasi untuk mencapai nilai tertingginya. Pelaku pasar dan investor kecewa, karena Powell tidak memberikan informasi, jurus apa yang akan dipakai oleh The Fed untuk menghadapi situasi dan kondisi saat ini meskipun pasar tahu, The Fed memiliki tools untuk mengendalikan situasi dan kondisi tersebut. Namun menurut kami saat ini sikap dan tindakan The Fed sendiri sebetulnya sudah dapat dimaklumi. Lho, maksudnya penulis membela The Fed bukan pasar? Bukan begitu pemirsa. Situasi dan kondisi yang terjadi sekarang ini dimana adanya kenaikkan US Treasury, baru terjadi 1 minggu terakhir, oleh sebab itu, The Fed sendiri belum dapat menyimpulkan apa apa dengan kenaikkan yang baru seumur jagung tersebut. The Fed tentu saja punya tools yang bisa dia gunakan, namun pada kenyataannya dia menahan untuk tidak menggunakannya. Kita harus ingat, bahwa tujuan The Fed bukan hanya mengatur US Treasury kawan kawan, tapi lebih dari itu tujuan The Fed adalah memastikan bahwa inflasi mengalami kenaikkan yang ditopang oleh tenaga kerja maksimum yang terjadi di pasar sehingga memberikan perekonomian fundamental yang kuat. Stabilitas keuangan merupakan tujuan yang kedua setelah tujuan yang pertama tadi. Oleh sebab itu kenaikkan US Treasury menjadi perhatian, namun bukan harus diiringi oleh sebuah keputusan. Tidak selamanya The Fed akan menyenangkan pasar bukan? Powell mengatakan bahwa situasi dan kondisi keuangan sangat akomodatif, dan hal tersebut sesuai mengingat situasi dan kondisi yang harus diterima oleh perekonomian saat ini. Jika memang situasi dan kondisi perekonomian berubah secara material, tentu hari ini atau nanti, The Fed akan menggunakan berbagai jurus yang dimiliki untuk mendorong mencapai tujuan ekonomi yang diinginkan oleh The Fed. Kemarin kita sempat hype terkait dengan operation twist yang akan segera dilakukan. Apakah benar? Kita tidak bisa mengatakan bahwa operation twist akan dilakukan sedangkan The Fednya saja tidak pernah berfikir untuk melakukan hal tersebut. Buktinya apa? Tuh kemarin Om Powell tidak menjawab ketika ditanya apakah operation twist akan dilakukan atau tidak. Kalau The Fednya saja tidak menjawab, berarti tentu alangkah baiknya kita tidak boleh mendahului The Fed akan kepastian akan dilakukan Operation Twist atau tidak. The Fed mengatakan bahwa sikap kebijakan saat ini sudah tepat, dan apapun yang terjadi dengan US Treasury, The Fed akan tetap mempertahankan tingkat suku bunga di level saat ini sampai pasar tenaga kerja dapat mencapai titik maksimum dan inflasi mengalami kenaikkan menjadi 2% dan berada di arah, dimana inflasi dapat melebihi target tersebut untuk beberapa waktu mendatang. Ketika prospek perekonomian membaik, mungkin saja The Fed akan mencoba menyampaikan terkait dengan ekspektasi kenaikkan tingkat suku bunga pada awal tahun 2023 mendatang. Powell juga ditanya, apakah jangka waktu tersebut sudah sesuai dengan apa yang diinginkan oleh The Fed? Powell hanya mengatakan bahwa situasi dan kondisi akan selalu bergantung kepada perekonomian kedepannya. Namun Powell mengatakan bahwa perubahan terkait dengan kebijakan terhadap kenaikkan tingkat suku bunga masih sangat jauh. Secara realistis, kenaikkan tingkat suku bunga akan memakan waktu yang tidak sebentar. Powell berusaha untuk menenangkan pasar bahwa perubahan kebijakan The Fed membutuhkan waktu. Powell mengatakan bahwa ada kemungkinan tingkat suku bunga akan naik tahun depan, dan tidak akan bertahan di tempat yang sama karena ada ekspektasi inflasi yang berada di atas 2%. The Fed optimis bahwa pasar ketenagakerjaan di Amerika akan kembali pulih, namun perjalanan tersebut masih sangat panjang. Meskipun ada beberapa tingkat resiko, tapi The Fed percaya bahwa lapangan pekerjaan akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang, meskipun tidak akan mencapai ke titik maksimum pada tahun ini. Perekonomian yang mengalami kerusakan tengah berusaha untuk menunjukan tanda tanda kebangkitan pada awal tahun ini. Penjualan ritel mengalami kenaikkan, ditopang oleh manufacture yang mengalami kenaikkan. Pagi ini baik pasar saham maupun obligasi mungkin tidak akan menerima apa yang disampaikan oleh The Fed, namun itulah kenyataannya. Apakah kita lebih tahu daripada The Fed? Mungkin saja. Namun apakah The Fed salah dalam mengambil keputusan? Belum tentu.