ANALIS MARKET (25/01/2021) : Sentimen Domestik Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, beragam factor menjadi sorotan pelaku pasar mengawali pekan ini, Senin (25/01), antara lain;

1.Perekonomian dunia menghadapi awal 2021 yang lebih berat dari yang diperkirakan karena lonjakan infeksi virus corona dan perlu waktu untuk meluncurkan vaksinasi. Sementara pertumbuhan global masih dalam proses untuk pulih dengan cepat dari resesi tahun lalu, bahkan mungkin diperlukan waktu lebih lama. Double-dip recession diperkirakan terjadi di Jepang, kawasan euro dan Inggris karena pembatasan untuk mengekang penyebaran virus diberlakukan, sementara rekor kasus di AS juga berdampak pada memburuknya status ketenagakerjaan. Hanya Tiongkok yang berhasil melakukan pemulihan V-Shape setelah menahan melalui pandemi lebih awal, tetapi bahkan di sana konsumen tetap waspada dengan Beijing sebagian ditutup. 

2.Kekuatan Tiongkok yang tumbuh membawa ketakutan bagi para nasabah bank keluar dari Hong Kong. Sementara itu Bank of America memperkirakan arus keluar sebenarnya bisa mencapai bisa mencapai US$ 36 miliar tahun ini. Tanda-tanda lain bahwa laju uang tunai berusaha meninggalkan Hongkong adalah terdapat peningkatan penarikan dana pensiun dan melonjaknya minat di properti Inggris oleh warga Hongkong. 

3.Bank Indonesia terus mendorong eksportir membawa pulang devisa hasil ekspor (DHE) agar masuk ke sistem perbankan dalam negeri dan menukarkan devisa itu ke mata uang rupiah. Berdasarkan catatan BI, nilai DHE Indonesia pada November 2020 sebesar US$ 142,35 miliar atau setara dengan 88,8% dari total ekspor Indonesia pada November 2020 sebesar US$180,73 miliar. 

4.Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, tren pemulihan ekonomi global turut menambah optimism bagi pertumbuhan dan pemulihan ekonomi domestik tahun ini yang diperkirakan di kisaran 4,8% hingga 5,8%. Kendati demikian, kecepatan pemulihan ekonomi itu sangat bergantung pada implementasi kebijakan dalam rangka penanggulangan dampak pandemi Covid-19.

5.Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.035,0, melemah. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI pagi ini dibuka naik 0,44% sedangkan Brent turun 0,04%.

6.Diperdagangan Senin (25/01) pagi ini, Kospi dibuka naik 0,33% sedangkan Nikkei 225 turun 0,19%. Indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,06%, 0,20%, dan 0,27%.

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis SAM, dalam riset yang dirilis Senin (25/01/2021).

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.