ANALIS MARKET (29/5/2020) : Perkiraan Inflasi Mei 2020 Sangat Rendah Berpotensi Jadi Katalis Pergerakan Indeks Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian NH Korindo Sekuritas menyebutkan, IHSG menerima net foreign buy sebesar Rp434 miliar.

Investor asing mulai mengoleksi saham-saham di sektor perbankan seperti BBCA dan BBRI dengan nilai transaksi masing-masing sebesar Rp514 miliar dan Rp502 miliar.

Hal ini disebabkan oleh kebijakan relaksasi OJK untuk sektor perbankan seperti pelaporan atas kredit atau pembiayaan yang direstrukturisasi, meniadakan kewajiban pemenuhan capital conservation buffer dalam komponen modal sebesar 2,5% dari Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR), dan perhitungan ATMR untuk risiko pasar & credit valuation adjustment (CVA) ditunda menjadi 1 Januari 2023.

Adapun nilai tukar rupiah ditutup melemah tipis 0,03 persen ke level Rp14.715 per dolar AS.

Di sisi lain, Dow Jones ditutup melemah tipis setelah dibuka menguat pada awal perdagangan.

Rencana Presiden AS, Donald Trump untuk menggelar konferensi pers mengenai China dan aturan baru yang mengancam media sosial seperti Facebook dan Twitter menyebabkan sedikit kekhawatiran.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi bulan Mei 2020 sebesar 0,09% secara bulanan dan 2,21% secara tahunan.

Sebagai dampak dari PSBB, momentum Lebaran tahun ini gagal mengangkat konsumsi. 

“Beragam kondisi tersebut diatas berpotensi jadi katalis pergerakan indeks hari ini,” sebut analis NH Korindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (29/5/2020).