Resmi Resesi, Pemerintah Tetap Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2021 Capai 5 Persen

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa tetap optimistis pertumbuhan ekonomi di 2021 akan bisa dicapai sesuai target di level lima persen.

Optimisme itu karena ekonomi Indonesia kini makin menunjukkan perbaikan. Kendati masuk dalam resesi, namun bila diukur dari kuartal ke kuartal, kontraksi yang dihadapi kian mengecil.

"Pertanyaannya bagaimana pada 2021? Mudah-mudahan tren (perbaikan) ini akan berlanjut. Kita juga telah mengantisipasi perkembangan pada 2021," kata Suharso dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, (05/11/2020).

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 minus 3,49 persen secara tahunan.

Realisasi tersebut lebih dalam dari perkiraan pemerintah yang memprediksi antara minus 2,9 persen sampai minus 1 persen.

Suharso menjelaskan, bahwa belanja pada 2021 pun akan diselesaikan proses administrasinya hingga tahun ini. Dengan begitu, belanja pemerintah akan menjadi lokomotif dan mengangkat konsumsi masyarakat.

“Pertumbuhan kami tetap optimisme tetap dengan angka 5 persen. Mudah-mudahan bisa kita capai,” jelasnya.

Sementara itu, penyerapan belanja pemerintah berhasil menahan laju kontraksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020.

Ia berharap belanja pemerintah sebagai penggerak ekonomi dalam momentum pandemi ini bisa menjadi stimulus bagi konsumsi masyarakat meningkat.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengungkapkan, konsumsi pemerintah tumbuh 9,76 persen secara kuartalan (yoy) atau berbalik dari kuartal II yang tercatat terkontraksi hingga -6,9 persen (yoy).

Capaian konsumsi pemerintah kuartal III juga tercatat naik 17 persen dari kuartal II.

“Pertumbuhan konsumsi pemerintah karena ada kenaikan realisasi belanja bansos dan belanja barang dan jasa yang jauh lebih tinggi dari posisi triwulan II/2020 maupun kuartal III/2019,” kata Suhariyanto.