Pembangunan Ibu Kota Baru Bakal Ikut Tingkatkan Ekonomi Kalimantan

Foto : Istimewa

Pasardana.id - Pemerintah sudah menargetkan proses untuk pembangunan ibu kota baru yang akan dilakukan pada 2021. Melihat hal tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memprediksi pertumbuhan ekonomi Kalimantan akan terkerek lebih dari 0,2 persen dalam beberapa tahun ke depan. 

"Sudah ada hitung-hitungannya sih untuk pertumbuhan ekonomi dalam periode tertentu ke nasional bisa 0,1 persen-0,2 persen, kalau Kalimantan ya lebih tinggi dari itu," ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta pada Kamis (1/8/2019).

Menurutnya, pembangunan ibu kota baru akan menambah geliat ekonomi di kawasan tersebut. Pasalnya, tingkat konsumsi juga lebih tinggi dari sebelumnya.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Kalimantan tahun lalu hanya 3,91 persen atau di bawah rata-rata nasional, 5,17 persen. Kemudian, pada kuartal I 2019, ekonomi Pulau Borneo tumbuh 5,33 persen dengan kontribusi sebesar 8,26 persen terhadap total perekonomian nasional.

Kontribusi ekonomi Kalimantan terhadap perekonomian nasional jauh lebih rendah dari Pulau Jawa. Tercatat, pertumbuhan ekonomi Jawa pada tiga bulan pertama tahun ini sebesar 5,66 persen dengan kontribusi ke ekonomi nasional mencapai 59,03 persen.

Karena itu, Bambang mengatakan pemindahan ibu kota ke Kalimantan sengaja dilakukan agar perekonomian bisa merata di luar Pulau Jawa. Maklum, kontribusi terbesar pertumbuhan ekonomi nasional selama ini masih disumbang oleh Jawa. 

"Pak Presiden yang menentukan, kami kaji. Butuh lokasi yang bebas bencana. Ini di luar Jawa karena juga ingin mengurangi ketidakseimbangan ekonomi antara Jawa dan luar Jawa," jelasnya.

Sejauh ini pemerintah belum juga memberikan kepastian di mana ibu kota baru akan dibangun. Hal yang pasti, pemerintah sudah mengantongi dua calon provinsi, yakni Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.