Menteri PPN Sebut Pembangunan Ibu Kota Baru Butuh Waktu 20 Tahun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa menyebutkan, bahwa proses perencanaan pengerjaan proyek Ibu Kota Negara (IKN) masih terus berlangsung.

Suharso menegaskan, kalau rencana ini bukan proyek kebut semalam.

Menurutnya, pemindahan ibu kota negara (IKN) merupakan rencana besar yang membutuhkan waktu panjang dan bisa memakan waktu 15-20 tahun.

"Jadi sebenarnya perencanaannya itu, pengerjaannya 15-20 tahun. Nah, kita tinggal membagi-bagi segmentasinya, mau dimulai kapan dan kapan dimulainya," kata Suharso pada Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (1/9/2021).

Estimasi waktu perencanaan IKN baru, kata Suharso, adalah berdasarkan masterplan rancangan Bappenas yang telah diselesaikan.

Hingga saat ini, Bappenas tengah menyelaraskan masterplan dengan Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR KSN), atau kawasan dalam delienasi IKN.

"Saya ingin luruskan kita tidak mungkin membangun ibu kota negara sulapan dalam waktu dua tahun, tiga tahun, [atau] empat tahun," tuturnya.

Untuk itu, tidak heran apabila proses pemindahan IKN tersebut terbagi-bagi dalam banyak segmentasi.

Mulai dari penyelarasan masterplan, penetapan RTR KSN IKN, pemuthakiran desain Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) termasuk juga penyesuaian tahapan pemindahan ASN, TNI, BIN, Polri hingga pemodelan skala detail.

Sementara untuk kerangka regulasi dan kelembagaan meliputi Rancangan Undang-Undang (RUU) IKN dan Badan Otorita IKN.

Menurut Suharso, kini pihaknya telah menyelesaikan RUU IKN.

Hanya saja, diakui Suharso, pandemi Covid-19 menjadi kendala yang dihadapi oleh perencanaan pemindahan IKN, karena perlunya adaptasi proyek dengan perkembangan penanganan pandemi.

"RUU-nya sudah siap tinggal menunggu [perkembangan] pandemi seperti apa. Kemudian, kita ingin melakukan adaptasi dalam kondisi pandemi ini, untuk ibu kota negara," tandasnya.