Konversi Utang dari Dollar ke Euro dan Yen, Pemerintah Bisa Hemat Rp500 Miliar per Tahun

foto: doc DJPPR

Pasardana.id - Memanfaatkan situasi pasar keuangan yang favorable, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko melaksanakan serangkaian konversi pinjaman Asian Development Bank (ADB) dari mata uang USD dengan tingkat bunga mengambang berbasis LIBOR menjadi mata uang EUR dan JPY dengan tingkat bunga tetap.

Inisiatif ini dilaksanakan sebagai upaya pengelolaan portofolio utang melalui diversifikasi mata uang serta pengelolaan risiko tingkat bunga.

Seperti disampaikan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Senin (30/11/2020), dijelaskan, sejak September 2019 sampai dengan Oktober 2020, telah dilaksanakan lima kali konversi terhadap pinjaman-pinjaman program dan proyek dari ADB yang telah fully disbursed.

"Total pinjaman yang dikonversi sebanyak 21 pinjaman senilai total US$6,2 miliar yang memiliki tingkat bunga mengambang untuk selanjutnya dikonversi menjadi pinjaman dalam mata uang EUR dan JPY dengan tingkat bunga tetap," tulis DJPPR.

Konversi tersebut menghasilkan tingkat bunga pinjaman pasca konversi dari semula tingkat bunga mengambang (LIBOR6bulan+spread) menjadi tingkat bunga fixed sebesar 0% atau mendekati 0%.

DJPPR menjelaskan, dengan konversi ini selain mengupayakan diversifikasi mata uang, Pemerintah diharapkan dapat mengunci biaya pinjaman dengan tingkat bunga yang relatif rendah ditengah tren penurunan bunga global sehingga berpotensi menghasilkan efisiensi biaya bunga utang senilai hingga Rp500 miliar pada tahun 2021 atau Rp4 triliun sampai dengan pinjaman jatuh tempo pada tahun 2038.