Pemeritah Kantongi Rp30 Triliun Dari Lelang SUN

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaporkan telah mengantongi dana sebesar Rp 30 triliun dari lelang surat utang negara (SUN) pada Selasa (22/6).

Adapun total penawaran yang masuk melalui sistem lelang Bank Indonesia ini tembus keangka Rp 69,95 triliun.

Direktur Surat Utang Negara (SUN) DJPPR Kemenkeu, Deni Ridwan mengatakan, incoming bids pada lelang hari ini (22/6) cukup solid di tengah kondisi pasar global dan domestik yang sedang volatile pasca rilis hasil pertemuan The Federal Open Market Committee (FOMC) minggu lalu.

"Demand yang masuk didominasi oleh tenor 5 dan 10 tahun, yaitu sebesar 74,5 persen dari total bids," kata Deni dalam siaran pers, Selasa (22/6/2021).

Menurut dia, proporsi partisipasi investor domestik meningkat pada lelang hari ini, yaitu mencapai 81,3 persen apabila dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya yang sebesar 80,9 persen dari total incoming bids.

Sementara sekitar 18,7 persen bids berasal dari investor Asing, yang utamanya berada pada tenor 5 dan 10 tahun.

Deni mengungkapkan, pada lelang SUN kali ini terdapat penurunan Weigthed Average Yield (WAY) terbesar pada tenor 5 tahun yaitu mencapai 11bps dibanding pada lelang sebelumnya.

"Namun secara umum, terdapat kenaikan WAY Obligasi Negara yang dilelang sebesar 4-20bps dibandingkan pada lelang sebelumnya," ungkap Deni.

Dengan mempertimbangkan rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2021, yield /imbal hasil SBN yang wajar di pasar sekunder, serta pemenuhan supply SUN dari pasar perdana,

Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp30 triliun (bid to cover ratio sebesar 2,3 kali).

"Dengan jumlah SUN yang dimenangkan tersebut, Pemerintah tidak memerlukan penyelenggaraan lelang SUN tambahan (green shoe option)," kata Deni.

Sebagai informasi, melansir dari keterangan resmi Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan terdapat tujuh seri SUN yang dilelang antara lain SPN03210922, SPN12220331, FR0086, FR0087, FR0088, FR0083, dan FR0089.

Seri FR0087 mendapatkan penawaran masuk paling besar yakni Rp 27,81 triliun dengan jumlah nominal yang dimenangkan Rp 12,6 triliun. Kemudian, seri ini kupon yang diberikan sebesar 6,5 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Februari 2031.

Seri FR0086 mendapatkan penawaran Rp 24,29 triliun dengan jumlah yang dimenangkan Rp 9,45 triliun. Adapun seri ini memberikan tingkat kupon sebesar 5,5 persen dengan periode yang akan jatuh tempo pada 15 April 2026.

Seri FR0083 mendapatkan penawaran Rp 9,28 triliun dengan jumlah nominal yang dimenangkan sebesar Rp 4,15 triliun. Pada seri ini, tingkat kupon yang diberikan sebesar 7,5 persen dengan tanggal jatuh tempo pada 15 April 2040.

Seri FR0088 mendapatkan jumlah penawaran masuk sebesar Rp 2,31 triliun dengan Rp 700 miliar diantaranya dimenangkan. Adapun tingkat kupon yang diberikan untuk seri ini sebesar 6,25 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Juni 2036.

Lalu seri FR0089 mendapatkan penawaran masuk sebesar Rp 2,17 triliun dengan jumlah yang dimenangkannya sebesar Rp 650 miliar. Adapun seri ini kupon yang diberikan sebesar 6,875 persen dan akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2051.

Selanjutnya seri SPN03210922, jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp 2,1 triliun dan sebanyak Rp 1 triliun di antaranya dimenangkan oleh pemerintah. Adapun seri ini memiliki tingkat kupon diskonto dan tanggal jatuh temponya adalah 22 September 2021.

Terakhir ada seri SPN12220331 yang mendapatkan penawaran sebesar Rp 1,97 triliun dengan jumlah yang dimenangkan sebesar Rp 1,45 triliun. Adapun seri ini juga memiliki tingkat kupon diskonto dengan periode jatuh temponya adalah 31 Maret 2022.