ANALIS MARKET (22/5/2019) : Kemungkinan Rupiah Melemah Menuju Kisaran Antara Rp.14.480 - Rp.14.500 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, Rabu (22/5/2019), terlihat dari sebagian besar indeks futures bursa Asia yang ‘hijau’, termasuk indeks di bursa Indonesia (IHSG), walaupun ada protes terhadap pengumuman KPU terkait hasil Pilpres yang justru dianggap sebagai waktu terbaik untuk membeli.

Namun berbeda dengan pasar rupiah yang kemungkinan melemah dengan kondisi protes ini.

“Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.14.480 - Rp.14.500 per USD (kurs tengah Bloomberg),” jelas Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Rabu (22/5/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti sentiment pasar terkait 10 janji ekonomi Jokowi-Ma’ruf yaitu: 1). Dana desa yang mencapai Rp.400 triliun untuk 5 tahun mendatang; 2). Percepatan penyelesaian proyek jalan tol yang sedang berjalan; 3). Mendorong industry 4.0; 5). Menambah tiga kartu sakti; 6). Membangun koneksi broadband di Indonesia Timur; 7). Memperluas program tol laut; 8). Pembagian lahan untuk masyarakat; 9). Membangun desa wisata dan desa digital; 10). Meningkatkan layanan publik dengan sistem digital.

Dari 10 janji ini akan dituangkan dalam RPJMN Bappenas mendatang untuk menetapkan target indikator-indiaktor ekonomi dan sosial 5 tahun mendatang.

Dari 10 janji tersebut dapat diringkas 5 tujuan besar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Tampaknya tidak ada ‘big push’ pendorong pertumbuhan ekonomi tetapi lebih fokus pada upaya stabilisasi.