ANALIS MARKET (15/4/2019) : Sentimen Regional Diprediksi Dorong Pelemahan Rupiah Menuju Kisaran Antara Rp.14.120 - Rp.14.150 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.120 - Rp.14.150 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom dalam riset yang dirilis Senin (15/4/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti posisi kepemilikan asing pada SBN per 11 April 2019 yang tercatat sebesar Rp.967,41 triliun, atau naik tipis dari posisi Maret 2019 yang sebesar Rp.967,12 triliun.

Posisi asing ini naik 7,7% ytd, sementara secara kontribusi, posisi ini terjaga di level 38% dari total outstanding sebesar Rp.2.537,79 triliun atau naik 6,7% ytd.

Relatif stabilnya porsi asing ini indikasi pemerintah memperbesar porsi kepemilkan investor lokal. Alhasil, likuiditas perbankan tampaknya tersedot dengan gencarnya penerbitan SBN ritel.

Sementara dari eksternal, indeks harga ekspor AS tercatat naik 0,7% mom terutama karena naiknya harga produk non pertanian dan pertanian. Indeks harga impor juga tercatat naik 0,6% mom terutama berasal dari naiknya harga minyak mentah.

Dengan perkiraan volume tidak berubah, kemungkinan defisit neraca perdagangan AS yang akan diumumkan Senin ini akan membaik.