ANALIS MARKET (15/4/2019) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas, Pasar Direkomendasikan 'Jual'

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi masih malu-malu untuk mengakui adanya penurunan obligasi.

Meskipun demikian, trend penurunan harga obligasi dalam jangka waktu pendek tidak bisa dipungkiri. Karena malu-malu inilah yang membuat pasar obligasi menjadi tertahan pelemahannya, namun ini merupakan sesuatu yang baik karena para pelaku pasar dan investor dapat bersiap membeli di harga rendah karena ada potensi kenaikkan disana akibat efek pemilu.

Lebih lanjut, analis Pilarmas menilai, diperdagangan Senin (15/4/2019) pagi ini, pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas.

Keterbatasan ini datang dari mulai turunnya transaksi pasar obligasi akibat wait and see para pelaku pasar dan investor terkait dengan pemilu.

Beberapa berita global masih mewarnai pekan ini. Diawali dari berita Bank Sentral China yang akan mempertahankan sikap kebijakan moneternya dan menjaga Yuan agar sejalan dengan fundamentalnya karena akan digunakan sebagai alat fiscal untuk memacu pertumbuhan.

Perekonomian China secara umum dapat dikatakan stabil. PBOC akan membuka sector keuangan dan akan meningkatkan persaingan antar Perusahaan lokal dan Joint Venture untuk memperkuat industry keuangan. PBOC juga akan mengejar kebijakan fiscal proaktif dengan intensitas yang lebih besar dan meningkatkan kinerjanya dengan focus kepada pemotongan pajak dan biaya dalam skala yang lebih besar.

Kami masih melihat adanya potensi GDP China yang mulai kembali melambat, sehingga berpotensi akan menjadi yang terlemah sejak 1990.

Beralih dari sana, tampaknya akan ada Konfrensi Tingkat Tinggi yang ketiga kalinya antara Amerika dengan Korea Utara. Hal ini diawali dari Pemimpin Korea Utara yang mengatakan bahwa Kim bersedia untuk bertemu selama Amerika menawarkan persyaratan yang dapat diterima di akhir tahun.

Hal ini pun disambut positif oleh Trump yang mengatakan bahwa pertemuan ketiga akan menjadi sesuatu yang bagus karena Saya dan Kim lebih memahami dimana posisi kita masing masing berdiri. Trump juga mengatakan bahwa Ia akan menanti hari dimana Senjata Nuklir dan Sanksi Korea Utara dapat dihapus, sehingga Ia dapat menyaksikan Korea Utara menjadi salah satu Negara paling sukses di dunia.

Tampaknya pernyataan Kim menginginkan negosiasi yang gagal kemarin dapat diproses kembali. Tentu hal ini dapat disambut positif oleh dunia karena ada proses perdamaian yang kembali terus berjalan.

Disamping itu, berita kembali datang dari pertemuan antara Amerika dan China di sela-sela Spring Meeting IMF kemarin. Ada komitmen yang dibuat oleh Amerika dan China terkait dengan komitmen apabila dari kedua Negara tersebut tidak menjalankan kesepakatan.

Steven mengatakan bahwa Ia berharap bahwa mekanisme penegakan bekerja dua arah dan saling menghormati komitmen tersebut.

Dibawah Pakta yang sedang dibahas, kedua Negara tersebut akan membentuk kantor penegakan hukum sebagai bentuk komitmen dan kepatuhan kedua negara tersebut.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami masih merekomendasikan jual hari ini,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Senin (15/4/2019).