ANALIS MARKET (16/4/2019) : Pasar Obligasi Berpotensi Menguat Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi mulai memperlihatkan tanda-tanda kenaikkan kemarin (15/4).

Hal ini pun didukung oleh teknikal Analisa yang mengkonfirmasi potensi kenaikkan tersebut.

Meskipun demikian, sentiment Pemilu yang akan dilakukan esok hari (17/4), tetap akan mendorong para pelaku pasar dan investor cenderung untuk duduk manis menonton Pemilu yang akan berlangsung esok hari, quick count menjadi sesuatu yang ditunggu karena akan sedikit banyak akan memberikan gambaran perekonomian Indonesia kedepannya.

Lebih lanjut, analis Pilarmas menilai, diperdagangan Selasa (16/4) pagi ini, pasar obligasi mungkin akan dibuka mengalami menguat dengan potensi menguat terbatas.

Informasi pagi ini akan datang dari perkembangan pertemuan antara China dan Amerika, yang dimana China sedang mempertimbangkan permintaan Amerika untuk menggeser beberapa tarif atas barang pertanian utama ke produk lain.

Hal ini dilakukan agar China lebih mudah untuk memenuhi proposal untuk membeli barang tambahan pertanian Amerika sebesar $30 miliar per tahun di atas tingkat kesepakatan pra-perdagangan sebagai bagian dari kesepakatan akhir.

Steven mengatakan, bahwa Amerika dan China semoga semakin dekat kepada pembicaraan babak Final.

Dibawah perjanjian yang diusulkan, China memiliki komitmen hingga tahun 2025 untuk membeli lebih banyak komoditas Amerika, kedelai dan produk energi, dan memperbolehkan Perusahaan Amerika untuk mempunyai kepemilikkan 100% Perusahaan Amerika yang beroperasi di China.

Ditengah kesepakatan yang terjadi, China terus meningkatkan kepemilikkan obligasi Amerika.

Kepemilikkan China tersebut meningkat $4.2 miliar menjadi $1.13T pada February dibandingkan bulan sebelumnya, diikuti oleh Jepang dengan kepemilikkan sebesar $1.07T, atau naik $2.2 miliar dari bulan January.

Berita selanjutnya dari Korea Utara Bersama Amerika, lagi-lagi kembali Kim Jong Un mengutarakan keinginannya untuk bertemu kembali dengan Presiden Trump. Namun disatu sisi, Kim Jong Un juga tidak akan melakukan denuklirisasi.

Oleh sebab itu, diharapkan dalam rentang 1 tahun ini, baik Amerika dan Korea Utara bisa mendapatkan kesepakatan baru.

Beralih kepada berita domestik, untuk kedua kalinya Trade Balance Indonesia dinyatakan Surplus, tentu hal ini merupakan sesuatu yang sangat baik karena akan memberikan domino’s effect terhadap Current Account Deficit yang masih mengkhawatirkan.

Tentu hal ini juga akan mendorong indicator makro ekonomi lainnya untuk bergerak positif.

Indonesia mencatatkan surplus dengan negara negara; Amerika, India, Belanda, sementara deficit dengan Australia, Thailand, dan China.

Semoga surplusnya Trade Balance ini dapat ditunjukkan dengan konsistensi dalam beberapa bulan kedepan.

Perhatian berikutnya tentu adalah Pemilu yang akan diadakan esok hari, baik pasar saham maupun obligasi mungkin akan semakin mengurangi transaksinya hari ini, sehingga akan memberikan turunnya total transaksi dan frekuensi.

“Sebagai gambaran besar, sejak Pemilu 2004 kami melihat apabila yang menang petahana, IHSG dan Rupiah akan bergerak menguat, dan yield obligasi cenderung turun. Namun apabila yang menang calon yang berbeda, tentu IHSG dan Rupiah juga akan bergerak menguat, yield obligasi juga turun, namun tidak sebanyak Petahana. Kami merekomendasikan wait and see hari ini dengan potensi beli,” jelas analis Pilarmas dalam riset yang dirilis Selasa (16/4/2019).