ANALIS MARKET (08/2/2019) : Pasar Obligasi Diproyeksi Melemah Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, seperti yang sudah diramalkan sebelumnya, pasar obligasi Indonesia kemarin (07/2) mengalami penurunan harga.

Sentimen penggerak yang paling mendominasi adalah adanya penurunan Cadangan Devisa, meskipun penurunan tersebut tidak banyak, namun penurunan tersebut lebih dikarenakan adanya pembayaran utang.

“Hari ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi melemah. Pelemahan ini sudah terkonfirmasi oleh teknikal Analisa yang selanjutnya, sentiment akan menjadi penggeraknya,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Jumat (08/2/2019).

Lebih rinci riset menyebutkan, sentimen yang pertama adalah, kemarin (07/2) Presiden Trump menyampaikan bahwa dia tidak akan bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret yang dimana untuk mencegah tarif baru Amerika untuk barang barang China.

Hal ini lagi-lagi kembali meningkatkan rasa kekhawatiran bagi para pelaku pasar dan investor bahwa keduanya tidak akan mencapai kesepakatan hingga berakhirnya gencatan perang dagang selama 90 hari.

Trump hanya menyampaikan bahwa mereka “mungkin” akan bertemu nanti, pada akhir February.

Trump juga menambahkan ada beberapa peluang bagus untuk mencapai kesepakatan.

Fokus berikutnya adalah Trump akan melakukan pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un di Vietnam pada tanggal 27 – 28 February 2019, yang disusul perjalanan utusan Amerika, Steven Mnuchin dan Robert Lighthizer menuju Beijing pada minggu depan dalam rangka pembicaraan lebih lanjut mengenai perdagangan antara kedua belah pihak.

Beralih dari sana, Buletin Ekonomi Bank Sentral Eropa dalam rilisnya kemarin (07/2) menyampaikan bahwa, momentum pertumbuhan ekonomi global telah melambat akhir-akhir ini ditengah ketidakpastian geopolitik dan kerentanan di pasar emerging market.

Secara keseluruhan, resiko yang mengelilingi prospek pertumbuhan Kawasan Eropa telah bergerak ke arah negative karena adanya ketidakpastian yang terkait dengan faktor geopolitik, ancaman proteksionisme, pasar emerging market yang rentan, dan volatilitas pasar keuangan.

Berdasarkan penilaian ini, maka tingkat suku bunga ECB tidak berubah, dan terus berharap mereka tetap pada level saat ini setidaknya hingga musim panas 2019, hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi dapat tercapai mendekati 2%.

Tentu hal ini akan menjadi sesuatu yang baik karena baik The Fed maupun ECB keduanya akan menahan kenaikkan tingkat suku bunga. Apabila hal ini terjadi, tentu implikasinya akan ada lebih banyak capital inflow ke pasar obligasi.

“Menyikapi beberapa kondisi tersebut diatas, kami merekomendasikan jual hari ini, perhatikan juga Rupiah yang mulai kembali di atas 14.000, hal ini mungkin akan menambah sentiment negative hari ini,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas.