ANALIS MARKET (12/2/2019) : Pasar Obligasi Berpotensi Melemah Terbatas

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id -  Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pasar obligasi masih terus melanjutkan pelemahan.

Dampak buruknya Current Account Deficit masih menjadi salah satu factor yang cukup mempengaruhi pergerakan pasar obligasi hari ini, Selasa (12/2/2019), meskipun faktor lelang yang diadakan Pemerintah juga merupakan salah satu pelemahan harga obligasi.

Lebih lanjut, analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pagi ini pasar obligasi diperkirakan masih akan dibuka melemah dengan potensi melemah terbatas. Keterbatasan ini datang dari hadirnya lelang yang diadakan Pemerintah hari ini.

Dengan tingginya imbal hasil hari ini, bukan tidak mungkin para pelaku pasar dan investor akan meminta tingkat imbal hasil yang lebih tinggi pada saat lelang nanti. Fokusnya adalah obligasi jangka pendek yang akan dilanjutkan oleh obligasi jangka Panjang. Kedua jenis durasi ini akan menjadi sorotan bagi investor khususnya menjelang ketidakpastian dalam beberapa bulan kedepan.

“FR0077 dan FR0076 tentu akan menjadi perhatian pelaku pasar, meskipun FR0076 akan sedikit kurang diminati akibat rendahnya kupon yang diberikan oleh obligasi ini,” jelas analis Pilarmas Investindo Sekuritas.

Lebih lanjut riset mengungkapkan, sentimen hari ini, Selasa (12/2/2019) diberikan oleh Bank Indonesia yang menyampaikan akan terus berfokus terhadap stabilitas ekonomi dengan mempertahankan sikap kebijakan moneternya yang hawkish. Meskipun, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa tingkat suku bunga saat ini sudah hampir mendekati puncaknya.

Fokus berikutnya adalah menjaga stabilitas jangka pendek sehingga mendorong capital inflow yang berguna untuk menstabilkan Rupiah dan kegiatan ekspor serta akan membuat ekonomi lebih menjanjikan.

Meskipun, kami berharap sebenarnya Bank Indonesia cukup berani, setidaknya untuk memikirkan untuk menurunkan tingkat suku bunga seperti yang dilakukan India.

Beralih ke Eropa, Theresa May masih terus menegosiasikan kembali perjanjian Brexit dengan uni Eropa dan akan membuat pernyataan kepada Parlement pada hari Selasa ini. Pernyataan ini bertujuan untuk menjaga Inggris agar jangan sampai jatuh ke dalam blok tanpa kesepakatan.

Tentu hal ini merupakan sesuatu yang baik apabila proses tersebut terus dipercepat, karena lagi lagi data yang keluar hari ini GDP Inggris secara YoY masih terus mengalami penurunan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, kami merekomendasikan jual hari ini dengan terfokus kepada lelang,” sebut analis Pilarmas Investindo Sekuritas.