ANALIS MARKET (31/1/2019) : IHSG Diproyeksi Bergerak Menguat Terbatas Direntang 6.444 – 6.474

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, meskipun sebenarnya bahwa hal ini telah diprediksi, namun tidak pernah The Fed merasa se-dovish ini.

Dalam pernyataannya The Fed menyampaikan bahwa The Fed akan lebih bersabar dalam menaikkan tingkat suku bunga sembari menunggu data data ekonomi.

Dalam kesempatan yang terpisah, The Fed juga menyampaikan bahwa mereka siap untuk menyesuaikan rincian berbagai hal untuk menyelesaikan normalisasi neraca sehubungan dengan perkembangan ekonomi dan keuangan yang terjadi. The Fed juga menyampaikan, bahwa mereka akan melihat kebutuhan untuk menaikkan tingkat suku bunga lebih lanjut.

Dan bagi The Fed, “fokus kami adalah melihat inflasi, meskipun inflasi bukan satu satunya hal yang menjadi acuan, namun inflasi merupakan salah satu faktor yang penting.”

Dalam pertemuan sebelumnya, The Fed menyampaikan akan ada kenaikkan bertahap lebih lanjut dalam suku bunga, dan kata-kata ini tampaknya telah menghilang pada pernyataan The Fed kemarin.

Dalam pernyataannya, The Fed juga mengkomentari pertumbuhan ekonomi global yang melambat. The Fed telah memberikan apa yang diinginkan pasar, pernyataan yang dovish. Hal ini yang mendorong bursa saham Amerika menghijau, dan turunnya imbal hasil US Treasury.

“Tentu hal ini akan memberikan booster bagi pasar modal dalam negeri, baik saham maupun obligasi. Namun kita juga harus memperhatikan, karena secara Fed Dot Plot, kenaikkan tingkat suku bunga pada tahun ini masih memiliki potensi untuk mengalami kenaikkan sebanyak 2x. Namun waktu terus berjalan, prediksi dan asumsi boleh saja dilakoni, namun apa yang terjadi nanti tidak ada yang mengetahui,” ungkap analis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset yang dirilis Kamis (31/1/2019).

Riset juga menyebutkan, positifnya berita ini akan semakin lebih bagus lagi apabila pertemuan antara Amerika dan China berlangsung baik. Tentu hal ini akan menjadi sesuatu hal yang akan ditunggu oleh pasar.

Saat ini pasar terlihat menunggu rilis data dari Manufacturing PMI China dan Caixin China Manufacturing PMI.

Menurut konsensus pasar yang dihimpun oleh Bloomberg Manufacturing PMI diproyeksikan melambat dari 49.4 pada bulan lalu menjadi 49.3 sedangkan Caixin China Manufacturing PMI melambat dari 49.7 menjadi 49.6.

Komponen ekspor yang mencatatkan pelemahan lebih lanjut dari sektor eksternal, pertumbuhan investasi yang tidak sesuai harapan memberikan dampak bagi pertumbuhan dukungan kebijakan dalam bentuk pengeluaran infrastruktur.

Perlambatan ini juga dapat berdampak bagi beberapa negara yang melakukan perdagangan kepada China, termasuk Indonesia.

“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG bergerak menguat terbatas dan di perdagangkan pada rentang harga 6.444 – 6.474 pada perdagangan hari ini,” jelas analis Pilarmas Investindo Sekuritas.