ANALIS MARKET (11/2/2019) : Rupiah Berpotensi Melemah Menuju Kisaran Antara Rp13.960 - Rp13.980 per USD

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Samuel Aset Manajemen (SAM) menyebutkan, sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan turun, terbawa sentimen koreksi indeks di sebagian besar bursa di AS ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.

Adapun mata uang kuat Asia, Yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini.

“Kondisi ini bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp13.960 - Rp13.980 per USD (kurs tengah Bloomberg),” sebut Lana Soelistianingsih, Kepala Riset/Ekonom SAM dalam riset yang dirilis Senin (11/2/2019).

Lebih lanjut, riset SAM juga menyoroti NPI tahun 2018 yang tercatat defisit sebesar US$7,1 miliar.

Sepanjang tahun 2018, selama 3 triwulan berturut-turut tercatat defisit, dan pada Q4-2018 tercatat surplus. Surplus NPI pada Q4-2018 tersebut karena surplus NMF yng cukup besar menutup defisit pada NTB.

NTB pada Q4-2018 tercatat defisit sebesar 3,57% dari PDB, dan secara keseluruhan di tahun 2018 tercatat defisit sebesar 2,98% dari PDB.

Defisit NPI 2018 ini membuat posisi cadev sebesar US$120,6 miliar, turun dari US$130,2 miliar di tahun 2017.

Sementara dari factor eksternal, harga minyak mentah kembali turun dengan potensi naiknya suplai.

Perusahaan-perusahaan minyak AS menambah 7 rig sehingga menjadi 854 rig yang bisa membuat produksi AS menjadi 11,9 juta barel per hari, dan produsen minyak Rusia yang meminta Presiden Putin mengakhiri perjanjian supply-cut dengan OPEC.