DBS Indonesia dan Greenhouse Hadirkan Pemimpin Industri untuk Berbagi Wawasan Ekspansi Bisnis

foto : dok. DBS Indonesia

Pasardana.id - Sebagai negara ekonomi terbesar se-Asia Tenggara dengan populasi sebanyak 260 juta jiwa dan didominasi penduduk usia muda, Indonesia menawarkan jumlah konsumen dan tenaga kerja yang sangat besar sekaligus menikmati pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Faktor fundamental yang kuat tersebut membantu Indonesia menjadi negara yang menarik bagi startup dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk berkembang.

Akan tetapi, hal tersebut sekaligus menjadi tantangan; Indonesia saat ini berada di peringkat ke-73 dunia dalam World Bank’s Ease of Doing Business Index (Indeks Kemudahan Berbisnis Bank Dunia).

Untuk membantu startup dan UKM memulai ekspansi mereka ke Indonesia, Bank DBS Indonesia dan Greenhouse menggelar sebuah acara khusus di Jakarta, Kamis (07/11) lalu, yang diberi nama “Market Expansion Indonesia: Compliance, Recruitment, and Funding”.

“Saat ini, startup semakin eksis di Indonesia terutama di bidang teknologi yang hadir berkat perubahan digitalisasi. Kami juga melihat banyak usaha yang bersemangat untuk memasuki dan berkembang di pasar Indonesia. Baik perusahaan lokal maupun asing, keduanya tentunya mengalami tantangan yang serupa, sebut saja masalah rekrutmen, pendanaan dan penyesuaian. Oleh karena itu, kami bekerjasama dengan Greenhouse untuk menghadirkan professional service giants, disruptive startups, dan investor terkemuka dari seluruh Asia Tenggara untuk berbagi wawasan bisnis dan industri. Startup dan UKM juga dapat melebarkan jaringan lokal dan regional mereka yang dapat mendukung ekspansi bisnis mereka,” ujar Rudy Tandjung selaku Direktur PT Bank DBS Indonesia dalam siaran pers, Jumat (15/11).

Greenhouse adalah startup yang menyediakan solusi terintegrasi untuk memberdayakan para pelaku bisnis untuk melebarkan jaringannya di Asia Tenggara, yang saat ini aktif di Indonesia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Produk dan layanan Greenhouse, meliputi; marketplace yang menyediakan jasa inkorporasi perusahaan dan kesekretariatan, serta informasi dan panduan yang dapat membantu pengguna melalui proses peluncuran perusahaan mereka di Asia Tenggara.

Viktor Kyosev, Chief Operating Officer Greenhouse mengatakan, “Seperti yang kita ketahui, memasuki pasar baru seperti Indonesia tidaklah mudah, tetapi memiliki potensi yang besar. Acara ini ditujukan untuk pebisnis yang berencana atau baru-baru ini memperluas bisnis di Indonesia dan ingin memperluas jaringan mereka, atau mencari pendanaan.”

Viktor melanjutkan, “Kami bertujuan untuk memberikan wawasan tentang tren atau peraturan terbaru di Indonesia mengenai kepatuhan, sumber daya manusia (SDM) dan perekrutan, serta pendanaan modal ventura.”

Diskusi panel terbagi dalam tiga bagian dengan tema masing-masing, yaitu; panel market entry, panel recruitment, dan fireside chat tentang pendanaan.

Adapun para pakar yang hadir membagikan wawasannya dalam diskusi panel tersebut, adalah; Co-Founder & CEO, Greenhouse, Drew Calin; Senior People Manager, Greenhouse, Ingrid Chai; Principal, TNB Aura, Joe Zhang; Managing Director, TMF Group Indonesia, Alvin Christian; Managing Director, Vistra Indonesia, Miguel Latorre; Founder & CEO, Kontrak Hukum, Rieke Caroline; Director, Michael Page Indonesia, Ben Ewbank; Founder & CEO, Geekhunter, Ken Ratri Iswari; Head of People, Fave, Yuliana Dewi; dan COO, Ralali.com, Alexander Lukman.