JLR Alami Kerugian Akibat Penurunan Penjualan

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan otomotif Inggris Jaguar Land Rover mengalami kerugian untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir akibat mengalami penurunan penjualan.

Seperti dilansir BBC News, Selasa (31/7/2018), JLR pada kuartal II 2018 mencatatkan kerugian 264 juta pound sterling atau sekitar Rp4,99 triliun. Total penjualan anjlok 6,7 persen year-on-year menjadi 5,2 miliar pound.

Salah satu penyebab penurunan penjualan JLR, yang merupakan anak perusahaan Tata Motors asal India, adalah berlangsungnya perubahan tarif yang dikenakan pemerintah Tiongkok terhadap mobil dan suku cadang impor, dari 25 persen menjadi 15 persen mulai 1 Juli lalu. Akibatnya banyak konsumen melakukan penundaan pembelian.

Perubahan tarif menjadi salah satu langkah Negeri Panda dalam mereduksi ketegangan dengan Amerika Serikat di bidang perdagangan.

Tak hanya JLR yang terpengaruh perubahan tarif. Ford dan General Motors menurunkan perkiraan perolehan laba tahunan untuk 2018, sedangkan Fiat Chrysler memangkas perkiraan pendapatan setelah mengalami penurunan penjualan di Tiongkok.