Penjualan JLR Turun 13 Persen

foto: istimewa

Pasardana.id - Penjualan perusahaan otomotif Inggris Jaguar Land Rover (JLR) mengalami penurunan tajam 13 persen sehingga menderita kerugian pada periode tiga bulan sampai September 2018.

Seperti dilansir BBC News, Rabu (31/10/2018), penurunan tajam yang terjadi, menurut pihak JLR, dipicu merosotnya permintaan di Tiongkok dan ketidakpastian aturan terkait diesel serta berlangsungnya proses Brexit di Eropa.

JLR menderia kerugian sebelum pajak sebesar 90 juta pound sterling pada periode tiga bulan sampai September 2018. Setahun lalu pada periode tersebut, JLR mampu mencatatkan keuntungan.

Sebagai respon terhadap kerugian yang diderita, JLR akan melakukan program penghematan. Program tersebut termasuk pengurangan investasi, persediaan, maupun modal kerja.

Menurut CEO JLR, Ralf Speth, penerapan program penghematan dapat diharapkan akan menimbulkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan yang berkelanjutan dan menguntungkan.

Pabrik JLR di Solihull saat ini tutup untuk dua pekan ke depan sebagai respon terhadap fluktuasi permintaan. Sedangkan pabrik JLR di Castle Bromwich menerapkan tiga hari kerja dalam sepekan.