JLR Merugi 3,6 Miliar Pound

foto: istimewa

Pasardana.id - Perusahaan otomotif Inggris Jaguar Land Rover (JLR) mengalami kerugian sebesar 3,6 miliar pound, atau sekitar Rp66,28 triliun, pada tahun fiskal yang berakhir 31 Maret 2019 meski mencatatkan laba 120 juta pound pada kuartal terakhir. 

Seperti dilansir Xinhua, kerugian sebelum pajak dari operasional JLR mencapai 358 juta pound, sedangkan kerugian yang berasal dari impairment charge dan redundancy cost mencapai 3,24 miliar pound.

Setelah merugi di tiga kuartal pertama, JLR mencatatkan laba pada kuartal IV yang berlangsung Januari sampai Maret 2019. JLR akan melakukan investasi dengan dana sebesar 2,5 miliar pound sampai Maret 2020 untuk menggenjot pendapatan dan perolehan laba.

“Jaguar Land Rover menjadi salah satu perusahaan pertama di sektor otomotif yang mengantisipasi kesulitan-kesulitan yang menerpa industri. Kami mengambil langkah terpadu dalam mereduksi kempleksitas dan mengembangkan bisnis kami melalui perbaikan pengelolaan biaya dan keuangan,” kata CEO JLR Ralf Speth.

JLR yang dimiliki perusahan otomotif India Tata Motors pada Januari lalu mengumumkan akan memangkas biaya sebesar 2,5 miliar pound dalam 18 bulan ke depan dan mengurangi 4.500 karyawan di Inggris. Sebelumnya pada 2018, JLR telah memecat lebih dari 1.500 karyawan.