CEO JLR Ungkap Ancaman Brexit

foto: istimewa

Pasardana.id - CEO perusahaan otomotif Inggris Jaguar Land Rover (JLR) Ralf Speth mengungkapkan kekhawatiran yang dimilikinya terhadap Brexit, keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Proses Brexit saat ini tengah berlangsung dan akan selesai pada akhir Maret 2019.

Speth dalam sebuah acara konferensi yang berlangsung di Birmingham, Selasa (11/9/2018), menyatakan bahwa Brexit berpotensi menyebabkan biaya tambahan yang sangat besar bagi JLR.

“Brexit, apabila prosesnya tidak ditangani dengan baik oleh pemerintah Inggris, akan menyebabkan tambahan biaya sebesar 1,2 miliar pound sterling per tahun bagi JLR. Kondisi tersebut tentunya akan memangkas perolehan laba dan pada akhirnya berpengaruh sangat buruk terhadap kinerja perusahaan,” kata Speth, seperti dikutip BBC News.

Menurut Speth, jika kondisi di Inggris terus memburuk setelah Brexit, maka JLR tak punya pilihan selain pindah dari Inggris. Proses manufaktur mobil JLR dapat dilakukan di negara Eropa Timur, seperti Polandia, dengan biaya produksi yang jauh lebih murah.

Keluarnya JLR dari Inggris dapat mempengaruhi pendapatan lebih dari seperempat juta orang di Inggris, baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan JLR.