IHSG|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

foto : ilustrasi (ist)
Pasardana.id Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan mendatar dengan kecenderungan positif pagi ini. Adapun Bursa Jepang tutup hari ini (Showa Day).
Sebelumnya, diperdagangan akhir pekan (27/4) lalu, Dow Jones turun 11 poin ditutup pada level 24,311 seiring berkurangnya momentum positif. Tingkat imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika 10 tahun berada pada kisaran 2.96% menjelang rapat FOMC 1-2 Mei 2018.
Adapun indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup dalam teritori oversold , pada Jumat (27/4) lalu, sehingga berpotensi mengalami teknikal rebound.
Kami memperkirakan, IHSG bergerak mixed cenderung positif hari ini, seiring kecenderungan investor memanfaatkan momentum oversold , sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Senin (30/4/2018).
Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
IPO - Wika Realty
PT Wijaya Karya Realty akan melepas sahamnya melalui penawaran umum
perdana(initial public offering/IPO) sebanyak 12,51 miliar saham ( 25% saham)
dengan harga penawaran sekitar Rp 195- Rp 225 per saham, maka target dana yang
diharapkan sekitar Rp 2.43 Triliun hingga Rp 3.19 Triliun. Sekitar 20% dana
dari hasil IPO akan dialokasikan untuk modal kerja, 43% digunakan untuk
akuisisi tanah, 10% untuk pembuatan perusahaan patungan, dan sekitar 27% untuk
akuisisi perusahaan. Perseroan telah menunjuk Danareksa Sekuritas,dan Danatama
Makmur Sekuritas sebagai penjamin emisi efek.
ADHI - Kinerja 1Q 2018
PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 282.9%Yoy menjadi
Rp 73.28 Miliar pada 1Q 2018 Vs Rp 19.14 Miliar pada 1Q 2017. Naiknya kinerja
didukung oleh kenaikan pendapatan usaha sebesar 40.2%Yoy menjadi Rp 3.14
Triliun Vs Rp 2.24 Triliun pada 1Q 2017. Laba operasional ADHI naik 97.8%Yoy
menjadi Rp 310.1 Miliar Vs Rp 156.8 Miliar pada 1Q 2017.
**BNBR - Reverse stock
**PT Bakrie & Brothers (BNBR) akan melakukan reverse stock dengan rasio 10:1
setelah aksi korporasi disetujui oleh pemegang saham dalam RUPSLB tanggal 27
April 2018. Harga BNBR di level Rp 50 per saham akan diperdagangankan di harga
Rp 500 per saham. Manajemen BNBR mengungkapkan reverse stock merupakan bagian
dari kesepakatan dengan kreditur terkait restrukturisasi utang BNBR. Kreditur
yang merupakan salah satu pemegang saham BNBR meminta perseroan untuk
meningkatkan likuiditas saham. Tahun ini, BNBR mempunyai utang dari tiga
kreditur yang harus direstrukturisasi mencapai Rp 9.87 Triliun.
DMAS - Marketing sales
PT Puradelta Lestari (DMAS) membukukan marketing sales senilai Rp 332 Miliar
pada 1Q 2018 atau setara dengan 27% dari total target marketing sales tahun
ini senilai Rp 1.25 Triliun. Sebagian besar marketing sales berasa dari segmen
industri. Manajemen DMAS mengungkapkan hasil marketing sales akan membaik di
kuartal berikutnya seiring dengan pencatatan backlog penjualan.