See More

16 Oktober 2026, 22:57

16 Oktober 2026, 21:30

16 Oktober 2026, 21:19

16 Oktober 2026, 21:11

16 Oktober 2026, 21:05

16 Oktober 2026, 20:55
IHSG|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ivan

Pasardana.id Riset harian kiwoom Sekuritas menyebutkan, Dow Jones mengalami teknikal rebound, naik 2.8% pada level 24,202 dengan EIDO naik 2.5% pada level 26.99, semalam (26/3), seiring meredanya kekuatiran perang dagang.
Bursa regional turut mengalami rebound dengan Nikkei225 naik 0.9%, Kospi naik 0.7%, dan AORD naik 0.6%.
Sementara secara teknikal, Candlestick indeks harga saham gabungan (IHSG) membentuk pola bullish harami sehingga berpotensi mengalami teknikal rebound.
Menyikapi beberapa factor tersebut diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung positif hari ini seiring penurunan US Dollar Index yang berpotensi menopang Rupiah, sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dirilis Selasa (27/3/2018).
Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebutkan beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar diperdagangan hari ini, antara lain;
IPO - BTPN Syariah
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah (BTPN Syariah) berencana menjual
maksimum 770.37 juta lembar saham (10% saham) melalui proses IPO. Seluruh dana
hasil emisi akan dialokasikan untuk mendukung penyaluran pembiayaan. Masa
penawaran awal berlangsung 26 Maret hingga 6 April dengan PT Ciptadana
Sekuritas Asia bertindak sebagai lead underwriter. Rencana tersebut menunggu
pernyataan efektif yang diperkirakan didapat pada 16 April 2018.
AMRT - Emisi obligasi
PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menerbitkan obligasi senilai Rp 1 Triliun
dengan tingkat kupon sebesar 7.5% per tahun. Obligasi tersebut merupakan
bagian dari PUB II dengan izin penerbitan hingga Rp 3 Triliun. Sekitar 60%
dana hasil emisi obligasi akan digunakan untuk melunasi obligasi PUB 1 tahap
II tahun 2015 yang sebesar Rp 600 Miliar dan sisanya akan digunakan untuk
melunasi sebagian utang kepada PT Bank Central Asia (BBCA)
BIRD - Strategi bisnis
PT Blue Bird (BIRD) menyiapkan tiga strategi untuk memperkuat bisnis di tengah
maraknya taxi online. Perseroan akan fokus dengan penggantian armada taksi,
menggenjot pemesanan melalui aplikasi online, maupun fokus mendukung kenaikan
pariwisata. Pada 1Q 2018 ini perseroan akan mengganti taksi hingga 1,200
armada dan akan dilanjutkan sampai dengan akhir 2018. Armada taksi yang
diganti mayoritas beralih menggunakan Toyota Avanza Transmover.
Perseroan juga menargetkan kenaikan penggunaan atau pemesanan taksi dari costumer melalui aplikasi online, My Blue Bird.
Dalam bidang pariwisata perseroan bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata agar dapat program Visit Wonderful Indonesia 2018 dengan target kunjungan wisatawam mencapai 17 juta. Selain mengerahkan armada taksi perseroan juga mendorong penggunaan layanan armada bus, Big Bird oleh wisatawan.
DOID - Kontrak baru
PT Delta Dunia Makmur (DOID) menargetkan perolehan kontrak baru mencapai US$ 7
Miliar tahun ini dimana US$ 5 Miliar telah didapat saat ini. Target tersebut
didukung target volume produksi batubara sebanyak 45-50 juta ton dengan target
volume overburden sebanyak 375-425 juta Bcm. Manajemen mengalokasikan dana
belanja modal senilai US$ 200-225 Juta tahun ini.
JRPT - Kinerja FY 2017
PT Jaya Real Property (JRPT) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 10.2%Yoy
menjadi Rp 1.11 Triliun tahun lalu Vs Rp 1.01 Triliun tahun 2016. Pendapatan
JRPT naik 1%Yoy menjadi Rp 2.4 Triliun tahun lalu. JRPT membukukan kenaikan
laba operasi sebesar 12.6%Yoy menjadi Rp 1.25 Triliun tahun lalu.
PTRO- Perpanjangan kontrak dengan Kideco Jaya Agung
PT Petrosea (PTRO) memperoleh perpanjangan kontrak dari PT Kideco Jaya Agung
dengan nilai US$ 356.78 Juta. Kontrak ini merupakan kontrak pengerjaan proyek
waste removal dan produksi batu bara. Perpanjangan kontrak ini akan memberikan
dampak signifikan untuk kinerja perusahaan tahun ini.
Kontribusi Kideco terhadap pendapatan PTRO mencapai 25% pada tahun lalu yang sebesar US$ 64.96. PTRO mengalokasikan belanja modal tahun ini sebesar US$ 112 Juta, naik 22% dibandingkan tahun lalu sebesar US$ 92 Juta.