ANALIS MARKET (13/3/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Negatif Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Bursa regional diperdagangkan mendatar dengan kecenderungan negatif pagi ini.  

Sebelumnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami rebound namun membentuk upside gap kemarin (12/3). Analisa momentum menunjukkan potensi penguatan yang cukup terbatas.  

Adapun Dow Jones turun 0.6% pada level 25,178 kemarin (12/3), seiring kekuatiran investor atas kebijakan tarif Amerika atas penerapan tarif impor baja dan aluminium dengan pengecualian bagi Kanada dan Mexico.  

“Menyikapi beberapa factor tersebut diatas, Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung negatif hari ini,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan riset yang dilansir Selasa (13/3/2018).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar hari ini, antara lain;

ADHI - Kinerja FY 2017 
PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 64.4%Yoy menjadi Rp 515.4 Miliar tahun lalu Vs Rp 313.4 Miliar tahun 2016. Naiknya kinerja didukung kenaikan penjualan sebesar 37%Yoy menjadi Rp 15.16 Triliun tahun lalu. Laba usaha ADHI naik 134.4%Yoy menjadi Rp 1.71 Triliun tahun 2017. 

BYAN - Batal terbitkan notes 
PT Bayan Resources (BYAN) batal meneritkan surat utang (notes) dengan nilai maksimum sebesar US$ 600 Juta pada tahun ini. Seiring dengan pembatalan tersebut perseroan telah membubarkan anak usaha di Singapura, Byan Resources Asia Pte Limited yang awalnya dibentuk untuk penerbitan surat utang tersebut. Hal ini diputuskan setelah mempertimbangkan persyaratan penerbitan obligasi global tersebut. Dengan demikian, perseroan memutuskan untuk menggunakan dana internal atau pinjaman perbankan untuk mendanai ekspansi dan belanja modal tahun ini. 

KAEF - Pendanaan eksternal 
PT Kimia Farma (KAEF) mencari sejumlah pendanaan eksternal untuk membiayai kebutuhan ekspansi tahun ini. KAEF baru saja menerbitkan surat utang jangka menengah atau MTN senilai Rp 600 Miliar. MTN tersebut merupakan tahap kedua dengan tenor tiga tahun dan memiliki kupon 7.75% per tahun. Hasil penerbitan MTN akan digunakan untuk memenuhi belanja modal dan belanja operasional. Pefindo telah memberikan peringkat AA- untuk surat utang tersebut. Sementara itu, KAEF juga berencana mencari pinjaman perbankan dikarenakan manajemen menilai pembiayaan dari MTN masih belum cukup menutup kebutuhan ekspansi perusahaan. 

PTBA - Target volume produksi dan penjualan batubara 
PT Bukit Asam (PTBA) menargetkan volume produksi batubara sebesar 25.54 juta ton pada tahun ini atau naik sekitar 1 juta ton dibandingkan tahun lalu. Seiring dengan kenaikan produksi, volume penjualan batubara ditargetkan tahun ini naik sebesar 9.52%Yoy menjadi 25.88 juta ton batubara. Selain itu, PTBA juga menyiapkan ekspansi anorganik dengan mengakuisisi tambang baru untuk meningkatkan cadangan batubara. Namun manajemen belum mengungkapkan lokasi tambang yang ditargetkan.