ANALIS MARKET : IHSG Bergerak Cenderung Mendatar Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id - Riset harian Kiwoom Sekuritas memperkirakan, indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak cenderung mendatar hari ini.

Beberapa faktor mendasari prediksi ini, antara lain; Dow Jones naik 60.8 poin ditutup pada level tertinggi baru 21,891.1 didukung sentimen positif kinerja keuangan korporasi Amerika Serikat.  

Adapun bursa regional diperdagangkan mixed pagi ini ditengah penguatan harga komoditas. Harga minyak dunia ditutup diatas level US$ 50 per barrel dengan harga batubara (Newcastle) pada level US$ 93.2 per ton. 

Sebelumnya, diperdagangan Senin (31/7) kemarin, IHSG ditutup tepat pada garis diagonal resisten kuat. 

“Menyikapi beberapa faktor diatas, kami memperkirakan IHSG bergerak cenderung mendatar hari ini," sebut analis Kiwoom Sekuritas, yang dilansir dari laman resminya, Selasa (01/8/2017).

Lebih lanjut diungkapkan, beberapa aksi korporasi para emiten juga perlu dicermati pelaku pasar, antara lain;

ANTM - Penurunan volume penjualan 
PT Aneka Tambang (ANTM) membukukan penjualan senilai Rp 3.17 Triliun pada 1H 2017, turun 22.7%Yoy dibandingkan penjualan Rp 4.1 Triliun pada 1H 2016. Turunnya kinerja penjualan diakibatkan oleh penurunan penjualan emas sebesar 36.6%Yoy menjadi Rp 1.8 Triliun pada 1H 2017 Vs Rp 2.84 Triliun penjualan emas pada 1H 2016.

Kontribusi penjualan emas turun menjadi 57% dari total penjualan 1H 2017 dari 68% pada 1H 2016. Volume penjualan emas ANTM turun 48.2%Yoy menjadi 2,788 Kg pada 1H 2017 Vs 5,392 Kg pada 1H 2016. 

GEMS - Tambah kapasitas produksi 
PT Golden Energy Mines (GEMS) akan meningkatkan kapasitas produksi batubara dengan menganggarkan dana investasi US$ 12 Juta hingga US$ 15 Juta. Sumber dana berasal dari kas internal dan pinjaman bank. Penambahan kapasitas produksi akan dilakukan melalui anak usaha GEMS, PT Borneo Indobara. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan jalan tambang, stockpile, serta barge loading conveyor.

Kapasitas produksi Borneo Indobara ditargetkan bertambah menjadi 20 juta ton per tahun. Tahun ini produksi batubara melalui Borneo Indobara ditargetkan mencapai 12 juta ton. Penambahan kapasitas ditargetkan selesai pada tahun 2018. 

KAEF - Kinerja 1H 2017 
PT Kimia Farma (KAEF) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2017 sebesar 1.6%Yoy menjadi Rp 95.07 Miliar Vs Rp 93.59 Miliar pada 1H 2016 lalu. KAEF membukukan kenaikan penjualan sebesar 5.8%Yoy menjadi Rp 2.63 Triliun pada 1H 2017. Laba operasi KAEF naik 14.2%Yoy menjadi Rp 174.56 Miliar. 

TBIG - Rencana akuisisi menara 
PT Tower Bersama Infrastruktur (TBIG) berencana menambah menara telekomunikasi melalui akuisisi tahun ini. TBIG sedang menyiapkan dana kebutuhan investasi sementara perseroan masih memiliki kas internal dan fasilitas pinjaman sindikasi perbankan.

Hingga Maret 2017 TBIG memiliki 12,946 menara telekomunikasi yang disewakan kepada 21,506 penyewa. Pada 1H 2017, TBIG telah mencapai target pembangunan 2,500 menara baru dari target tahun ini membangun 1,250 menara baru dan 1,250 menara kolokasi. 

TBLA - Peringkat utang 
Moody's Investors Service memberi peringkat Ba3 dengan outlook stabil kepada PT Tunas Baru Lampung (TBLA) terkait rencana emisi global bond senilai US$ 200 Juta yang akan diterbitkan anak perusahaan, TBLA International Pte. Ltd. (Singapura). Dana hasil emisi global bond akan dialokasikan untuk refinancing dan mendukung modal kerja.

Peringkat dari Moody's mencerminkan bisnis minyak sawit yang terintegrasi serta ekspansi bisnis gula yang dilakukan. TBLA tercatat memiliki lahan sawit inti dan plasma seluas 53,000 Ha dan lahan tebu inti seluas 10,705 Ha.