ANALIS MARKET (01/3/2018) : IHSG Bergerak Mixed Cenderung Menurun Hari Ini

foto : ilustrasi (ist)

Pasardana.id Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, kenaikan US Dollar Index memicu koreksi harga minyak dunia serta depresiasi kurs dimana Rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp 13,740 per US$ pagi ini.  Sementara itu, Bursa regional dibuka menurun pagi ini dibayangi sentimen pasar Eropa dan Amerika.  

Adapun secara teknikal, indeks harga saham gabungan (IHSG) diperdagangkan dekat dengan garis diagonal support jangka pendek.  

“Kami memperkirakan IHSG bergerak mixed cenderung menurun hari ini,†sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam laporan risetnya, Kamis (01/3/2018).

Sebelumnya, Dow Jones turun 1.5% pada level 25,029 diperdagangan semalam (28/2).

Lebih lanjut, riset Kiwoom juga menyebut beberapa aksi korporasi yang layak dicermati pelaku pasar pada hari ini, antara lain;

IPO - PT Jaya Trishindo 
PT Jaya Trishindo, perusahaan penyewaan helikopter berencana menggelar IPO dengan menjual 250 juta saham baru (30.53% dari modal ditempatkan dan disetor). Harga penawaran dari aksi korporasi ini ditetapkan Rp 110 hingga Rp 125 per saham sehingga perseroan akan meraih dana segar sekitar Rp 27.5 Miliar hingga Rp 31.25 Miliar.

Jaya Trishindo juga menerbitkan waran sebanyak 125 juta waran seri I atau 21.97% dari jumlah ditempatkan dan disetor dengan rasio 2:1.

Perseroan akan menggunakan dana IPO untuk meningkatkan penyertaan di anak usaha, PT Komala Indonesia dan selanjutnya Komala Indonesia akan menggunakan 60% dana IPO untuk belanja modal khususnya menambah dua unit helikopter dan sisanya akan digunakan sebagai modal kerja.

Adapun masa penawaran awal pada 26 Februari-5 Maret dan ditargetkan listing di BEI pada 27 Maret. Perseroan menunjuk UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi IPO. 

ACSET- Bukukan kontrak baru 
PT Acset Indonusa (ACST) mencatatkan peningkatan kontrak baru sebesar 121% menjadi Rp 8.4 Triliun hingga akhir 2017, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3.8 Triliun. Sedangkan kontrak tahun ini ditargetkan mencapai Rp 7.5 Triliun.

Pencapaian kenaikan kontrak baru tersebut berdampak pada kenaikan pendapatan perseroan sekitar 68.7% menjadi Rp 3 Triliun, dibandingkan perolehan tahun 2016 mencapai Rp 1.8 Triliun.

Disamping itu, laba bersih perseroan juga naik hingga 125.7% menjadi Rp 154.2 Miliar, dibandingkan periode sebelumnya Rp 68.3 Miliar. Kontrak baru sektor infrastruktur menjadi penyumbang utama perolehan kontrak perseroan sebesar 88% dan sisanya sebesar 12% berasal dari sektor fondasi. 

MIKA - Rencana buyback saham 
PT Mitra Keluarga (MIKA) menganggarkan dana hingga Rp 1.4 Triliun untuk membeli kembali saham perusahaan (buyback) maksimal 5% atau setara dengan 727.54 juta saham. Periode buyback saham tersebut selama 18 bulan.

Sebelumnya, perseroan telah menambah satu jaringan rumah sakit melayani BPJS Kesehatan, Mitra Keluarga Kalideres dan rencananya akan menambah dua rumah sakit, Rumah sakit Mitra Keluarga di Gading Serpong pada akhir Maret atau awal April dan saat ini sedang dalam proses pengajuan izin.

Sementara di Bintaro akan buka pada November nanti. Apabila rumah sakit di Bintaro beroperasi akan menjadi rumah sakit ke 14. 

TBLA- Emisi obligasi 
PT Tunas Baru Lampung (TBLA) akan menerbitkan obligasi dengan target dana sebesar Rp 1 Triliun dengan tenor lima tahun dan bunga kupon sebesar 9%-9.75%. Penerbitan tersebut merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan I TBLA dengan target total Rp 1.5 Triliun.

Dana yang diperoleh seluruhnya akan digunakan untuk melunasi pinjaman perbankan sekaligus menurunkan saldo pinjaman dari sejumlah bank. Masa penawaran umum akan dilakukan pada 23-26 Maret 2018.

WSBP - Kinerja FY 2017 
PT Waskita Beton Precast (WSBP) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 57.6%Yoy menjadi Rp 1 Triliun tahun lalu Vs Rp 634.8 Miliar pada tahun 2016. Naiknya kinerja didukung kenaikan pendapatan sebesar 50.6%Yoy menjadi Rp 7.1 Triliun Vs Rp 4.72 Triliun tahun 2016. Laba kotor WSBP naik 59.8%Yoy menjadi Rp 1.95 Triliun tahun lalu. 

WSKT - Kinerja FY 2017 
PT Waskita Karya (WSKT) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 126.6%Yoy menjadi Rp 3.88 Triliun tahun lalu Vs Rp 1.71 Triliun pada tahun 2016. Naiknya kinerja didukung kenaikan pendapatan sebesar 90.1%Yoy menjadi Rp 45.2 Triliun Vs Rp 23.79 Triliun tahun 2016. Laba kotor WSKT naik 138.5%Yoy menjadi Rp 9.46 Triliun tahun lalu.

Sementara itu, Kementerian BUMN menyatakan akan merombak jajaran direksi WSKT pasca rangkaian insiden kecelakaan konstruksi proyek-proyek infrastruktur Pemerintah karenad ari 14 kecelakaan proyek yang ada, 7 proyek dikerjakan WSKT.