Naik Tak Wajar, SQMI dan PNSE Masuk Pengawasan BEI

foto : istimewa

Pasardana.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati perkembangan pola transaksi saham PT Renuko Coalindo Tbk (SQMI) dan PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE). Hal itu karena telah terjadi penurunan dan peningkatan harga serta aktivitas kedua saham tersebut di luar kebiasaan atau UMA (Unusual Market Activity).

Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy bahwa dengan status UMA itu, maka para investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa.

"Kami minta investor juga mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi," ujar Irvan dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (21/4/2017).

"Dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi," sambungnya.

Sedangkan kepada manajemen SQMI dan PNSE, lanjutnya, diharapkan untuk mengkaji kembali rencana corporate action apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Namun, pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

Untuk diketahui, SQMI turun tajam sejak tanggal 13 April 2017, yang dibuka pada level 1450 dan ditutup pada level 1400. Bahkan saham emiten produsen sepeda motor ini sempat menyentuh level 950 pada perdagangan hari ini.

Sementara saham PNSE mengalami kenaikan tajam sejak tanggal 12 April 2017, dengan dibuka pada level 550 dan ditutup pada level 750. Bahkan, saham properti itu sempat menyentuh level 1120 pada perdagangan kemarin.