ANALIS MARKET (08/9/2026): IHSG Berpotensi Bergerak sideways
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Sreet tutup pada Senin (07/9) untuk merayakan Hari Buruh (Labor Day). Bursa saham London ditutup melemah pada perdagangan Senin (7/9). Kenaikan harga minyak dan menguatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menekan sentimen investor. Indeks FTSE 100 turun tipis 0,1%. Harga minyak mentah bergerak sekitar level tertinggi dalam enam pekan. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk aksi saling serang AS dan Iran terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz serta wilayah lainnya, membuat arus pasokan minyak tetap terbatas. Kondisi tersebut kembali memicu spekulasi bahwa bank sentral di berbagai negara akan mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk meredam tekanan harga. Di sisi emiten, saham BP dan Shell masing-masing naik sekitar 1% seiring kenaikan harga minyak. Selain itu, saham Standard Life naik 2% setelah perseroan membukukan laba semester pertama yang melampaui ekspektasi. Saham Ashmore, manajer aset yang berfokus pada pasar negara berkembang, juga menguat 1% setelah mencatat kenaikan laba tahunan 17%, meskipun hasilnya sedikit di bawah konsensus. Sementara itu, saham Spire Healthcare melonjak sekitar 3% setelah perusahaan menyepakati rencana akuisisi oleh konsorsium yang terdiri atas dana kelolaan Toscafund, Three Hills, dan Ares. Di sisi lain, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting pekan ini, termasuk data inflasi AS dan pertumbuhan ekonomi Inggris.
Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (7/9), didorong optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi global setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang solid. Namun, kenaikan harga minyak akibat eskalasi konflik AS-Iran membatasi sentimen positif di pasar. Indeks Nikkei 225 Jepang rebound 2,1% setelah pelemahan dengan persentase yang sama pada pekan lalu. Sementara itu, bursa Korea Selatan melesat 4,6%. Selain itu, Taiex Taiwan meningkat 1,7%; ASX 200 Australia naik 0,06%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,9%. Di sisi lain, harga minyak kembali meningkat setelah AS dan Iran menyerang kapal-kapal di kawasan Telek. Iran menyatakan akan mengumumkan zona terbatas di luar Selat Hormuz dalam beberapa hari mendatang. Pernyataan tersebut muncul setelah pasukan AS menyerang tiga kapal tanker Iran, sementara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke dua kapal Angkatan Laut AS.
Sementara itu, IHSG kemarin (07/9) ditutup turun 0.25%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp590 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, CUAN, ISAT, KLBF dan BMRI.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG masih berpotensi bergerak sideways hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6570-6600 dan Resist IHSG: 6650-6700,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (08/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea, yaitu: SSIA, ADRO, BBRI, ERAA, COCO, dan COIN.
Berikut ini trading plan-nya:
SSIA Spec Buy dengan area beli di 1780-1795, cutloss di bawah 1760. Target dekat di 1830-1855.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2680-2700, cutloss di bawah 2650. Target dekat di 2740-2770.
BBRI Spec Buy dengan area beli di 3370, cutloss di bawah 3350. Target dekat di 3400-3430.
ERAA Spec Buy dengan area beli di 560-575, cutloss di bawah 555. Target dekat di 585-595.
COCO Spec Buy dengan area beli di 128-132, cutloss di bawah 126. Target dekat di 136-141.
COIN Spec Buy dengan area beli di 870-880, cutloss di bawah 840. Target dekat di 905-915.
Disclaimer on





