ANALIS MARKET (28/9/2026): IHSG Diproyeksi Masih Dibayangi Tekanan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
**Pasardana.id **– Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup menguat sepanjang pekan lalu, meskipun masih dibayangi sentimen kenaikan yield obligasi tenor 10 tahun yang sudah mencapai 5,2% dan harga minyak yang masih tetap tinggi.
Penguatan pasar masih ditopang saham-saham berbasis teknologi dan infrastruktur pendukung AI.
Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tren penurunan minor (minor downtrend) setelah ditutup melemah -0,90% pada perdagangan Jumat (25/9) lalu.
Penurunan tersebut mengonfirmasi koreksi mingguan sebesar -3,09%, yang mencatatkan penurunan mingguan terbesar sejak Juni lalu.
Dari sisi sektoral, sektor energi dan basic materials (barang baku) mulai menunjukkan indikasi perbaikan momentum.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan masih dibayangi tekanan dengan menguji area support di kisaran level 6.185, bersamaan dengan dimulainya imbas pemberlakuan aturan baru batas harga bawah (tick price) Rp1 pada transaksi bursa,” sebut Investment Specialist Team PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia dalam riset Senin (28/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar, yaitu:
-LPPF - Trading Buy, Entry Price: 1560-1585, Target Price: 1625, 1640 SL if closed <1525
-PTBA - Trading Buy, Entry Price: 3000-3090, Target Price: 3200, 3300 SL if closed <2950
Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.



