Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (28/9/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi

Oleh: Ria

28 September 2026, 07:19
ANALIS MARKET (28/9/2026): IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup menguat, didorong oleh Microsoft dan saham teknologi terkait AI, sementara harga minyak yang tinggi dan lonjakan yield obligasi pemerintah AS. Jumat (25/9), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,51%; Nasdaq naik 0,48%; dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,93%. Saham Microsoft menguat 3,7%, setelah perseroan meluncurkan beberapa kemampuan baru di aplikasi Copilot-nya, termasuk alat pengkodean dan agen AI yang selalu aktif. Saham Qualcomm naik 4% dan Dell menguat 5%. Saham Akamai Technologies menguat 3,2% setelah kesepakatan layanan cloud senilai US$ 11,6 miliar dengan pemimpin AI Anthropic. Saham Meta Platforms turun 3,3%. Penerbit majalah People Inc melonjak 11% setelah sebuah laporan mengatakan MGM Resorts International sedang membahas penawaran untuk perusahaan tersebut. Sementara laporan bahwa negosiator AS dan Iran terus menjajaki jalur bertahap untuk keluar dari perang, yang akan melibatkan Teheran membuka kembali Selat Hormuz dan Washington mencabut blokade ekonomi. Data juga menunjukkan pengeluaran modal terkait AI yang kuat meningkatkan permintaan barang modal manufaktur utama, melampaui ekspektasi pada bulan Agustus. Harga minyak mentah Brent turun namun tetap di atas US$ 100/bbl.

Di sisi lain, Saham Asia-Pasifik naik pada perdagangan Jumat (25/9), meskipun Sebagian besar pasar libur, termasuk China daratan, Korea Selatan, dan Taiwan. Selain itu, aksi jual di pasar obligasi global terus menekan imbal hasil surat utang AS bertenor panjang ke level tertinggi dalam dua dekade. Lonjakan yield obligasi AS tersebut meningkatkan biaya pinjaman secara global dan berpotensi menekan valuasi aset berisiko, termasuk saham. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 1,30%; dan Topix menguat 1,31%. Sedangkan, Hang Seng Hong Kong turun 1,01%; dan ASX 200 Australia melemah 0,43%. Sementara, FTSE Straits Singapura menguat 0,5%; dan FTSE KLCI Malaysia melemah 0,04%. Di sisi lain, bank sentral Norwegia menaikkan suku bunga pada Kamis (24/9), sementara bank sentral Swedia mengisyaratkan kemungkinan mengikuti langkah tersebut sebelum akhir tahun. Bank sentral Meksiko mempertahankan suku bunga, namun menghapus panduan sebelumnya yang mengindikasikan periode jeda panjang dalam kebijakan moneternya.

Sementara itu, diperdagangan sebelumnya (25/9), IHSG ditutup koreksi 0.9%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp440 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TLKM, BMRI, BBRI, ASII dan BBNI.

“IHSG berpotensi tes resistance ke 6300-6330 dulu, tapi kemudian bisa kembali melanjutkan koreksinya. Diperkirakan Support IHSG: 6100-6170 dan Resist IHSG: 6300-6330,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Senin (28/9).

Selanjutnya diebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: CUAN, INKP, AMMN, ANTM, TPIA, dan RAJA.

Berikut ini trading plan-nya:

CUAN Spec Buy dengan area beli di 930-935, cutloss di bawah 920. Target dekat di 950-975.

INKP Spec Buy dengan area beli di 8175-8225, cutloss di bawah 8150. Target dekat di 8300-8425.

AMMN Spec Buy dengan area beli di 4700-4720, cutloss di bawah 4700. Target dekat di 4800-4820.

ANTM Buy on Weakness dengan area beli di 3200-3230, cutloss di bawah 3200. Target dekat di 3270-3320.

TPIA Buy on Weakness dengan area beli di 1760-1800, cutloss di bawah 1720. Target dekat di 1830-1860.

RAJA Buy on Weakness dengan area beli di 650-665, cutloss di bawah 650. Target dekat di 675-690.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More