ANALIS MARKET (04/9/2026): IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id– Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Bursa saham AS ditutup menguat signifikan pada perdagangan Kamis (3/9), setelah komentar Gubernur The Fed Christopher Waller meredakan kekhawatiran investor terhadap potensi kenaikan suku bunga The Fed. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,18%; S&P 500 menguat 1,06%; dan Nasdaq Composite bertambah 1,40%. Sentimen pasar membaik setelah Waller mengatakan bahwa dirinya cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan The Fed apabila data ekonomi mendatang mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda. Namun, Waller juga menegaskan bahwa dirinya akan mendukung kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan. Di sisi emiten, saham Nvidia naik 1,8%; penguatan terjadi setelah perseroan mengumumkan rencana mengakuisisi platform pengembang Hugging Face senilai US$ 12,9 miliar. Broadcom turun 2,7% setelah memberikan proyeksi pendapatan 4Q yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Sementara itu, Snowflake melonjak 16,6% setelah memperkirakan pertumbuhan pendapatan tahunan yang kuat. ServiceNow, Salesforce dan Adobe masing-masing menguat antara 2,1% hingga 6,5%. Selain itu, Strategy melonjak 17,6%; Coinbase Global naik 10,1%; dan Robinhood Markets juga melesat 16,6%.
Di sisi lan, Pasar saham dan obligasi Asia mayoritas rebound pada perdagangan Kamis (3/9), seiring investor menanti rilis data ekonomi AS dan komentar pejabat bank sentral mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed bulan ini. Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat (4/9). Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,2%; sedangkan Topix menguat 0,5%. Investor mempertimbangkan penurunan yield obligasi dan harga minyak terhadap tekanan pada saham Broadcom yang membebani saham semikonduktor Jepang. Saham Advantest turun 0,8%, sedangkan produsen kabel dan serat optik Fujikura melemah 2,7%. Sementara bursa saham Korea Selatan naik 0,3%, rebound dari level terendah dalam dua pekan. Sedangkan, saham Samsung Electronics turun 0,2%, sedangkan SK Hynix melemah 1,05%. Selain itu, bursa saham Australia menguat 0,5%, setelah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan saham emas menjadi penopang indeks, meski kenaikan tersebut tertahan oleh pelemahan saham energi. Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh data produk domestik bruto (PDB) Australia yang memperkuat ekspektasi bahwa RBA akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan bulan ini. Di domestik, pada Jul-26, Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 0,12 miliar. Surplus tersebut ditopang oleh perdagangan nonmigas yang mencatat surplus US$ 3,10 miliar. Sedangkan, perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar US$ 2,98 miliar.
Sementara itu, IHSG kemarin (03/9) ditutup naik 1.09%, disertai dengan net buy asing sebesar Rp1.11 Triliun. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BBCA, CPIN, ANTM, dan ADRO.
“IHSG berpotensi koreksi terbatas hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6620-6650 dan Resist IHSG: 6700-6720,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (04/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: CDIA, BRMS, PSAB, MAPA, IATA, dan INET.
Berikut ini trading plan-nya:
CDIA Buy on Weakness dengan area beli di 665-690, cutloss di bawah 655. Target dekat di 715-735.
BRMS Spec Buy dengan area beli di 720-730, cutloss di bawah 715. Target dekat di 750-770.
PSAB Buy on Weakness dengan area beli di 555-580, cutloss di bawah 550. Target dekat di 600-615.
MAPA Spec Buy dengan area beli di 690-700, cutloss di bawah 680. Target dekat di 710-725.
IATA Buy if Break 138, dengan target dekat di 149-160. Cutloss di bawah 128.
INET Spec Buy dengan area beli di 340-348, cutloss di bawah 340. Target dekat di 354-362.
Disclaimer on



