Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (16/10/2026): IHSG Masih Rentan Koreksi

Oleh: Ria

16 Oktober 2026, 07:29
ANALIS MARKET (16/10/2026): IHSG Masih Rentan Koreksi

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks Utama Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis (15/10). Investor beralih dari saham-saham sektor AI ke saham-saham sektor kesehatan dan konsumer lainnya seperti Eli Lilly dan UnitedHealth. Indeks S&P 500 naik 0,33%; Nasdaq menguat 0,08%; dan Dow Jones Industrial Average naik 1,08%. Sejumlah saham teknologi turun karena investor mencermati perusahaan-perusahaan terkait AI, yang memiliki beban utang besar sehingga rentan terhadap kenaikan suku bunga. Saham Eli Lilly naik lebih dari 3%, UnitedHealth menguat 2,8%, dan Walmart naik 1,4% setelah mendapatkan peningkatan peringkat dari Deutsche Bank. Sedangkan, saham Nvidia turun 1,8% setelah produsen chip TSMC menyampaikan pandangan yang berhati-hati untuk tahun 2027, meskipun perusahaan tersebut melaporkan rekor laba kuartalan untuk keenam kalinya secara berturut-turut berkat permintaan yang kuat di sektor AI. Saham Dell Technologies anjlok 6,9% dan Hewlett Packard Enterprise turun 7,1%. Data yang dirilis pada Kamis (15/10) menunjukkan bahwa harga produsen AS pada September mencatat kenaikan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir, seiring dengan meningkatnya biaya barang dan jasa. Hal ini menjadi indikasi terbaru bahwa inflasi telah meluas ke luar sektor produk energi.

Di sisi lain, Indeks Jepang, Nikkei 225 dan Topix anjlok masing-masing sebesar 4,9% dan 2,4%. Indeks Korea Selatan, KOSPI dan KOSDAQ merosot 7,6% dan 7,7%. Sementara, Hang Seng Hong Kong melemah 1,03%; Taiex Taiwan turun 3,4%; dan ASX 200 Australia terkoreksi 0,09%. Indeks Straits Times turun 0,37% dan FTSE Malaysia melemah 0,25%. Tekanan tersebut akibat kenaikan inflasi harga konsumen AS yang lebih cepat dari perkiraan meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan mengambil tindakan di akhir tahun ini, sehingga mendorong pelemahan harga saham. Di sisi lain, perhatian investor kini tertuju pada pidato sejumlah pejabat The Fed di Bangkok (termasuk Ketua The Fed, Kevin Warsh) untuk mencari petunjuk mengenai langkah bank sentral AS selanjutnya. Selain itu, pasar juga menantikan data harga produsen dan penjualan ritel AS yang akan dirilis pada hari Kamis waktu AS.

Sementara itu, IHSG kemarin (15/10) ditutup turun 1.33%, tapi disertai dengan net buy asing sebesar Rp520 Miliar. Saham yang paling banyak dibeli asing adalah BBCA, BBRI, DSSA, TPIA dan BMRI.

“Setelah koreksi kemarin, IHSG dari view teknikal harusnya bisa sedikit rebound ke 5900-5925. Akan tetapi, hati-hati karena news MSCI pertimbangkan reklasifikasi MSCI Indonesia Indexes dari Emerging Market ke Standalone Market dengan keputusan final di 30 Juni 2027, maka IHSG akan rentan koreksi karena news ini. Pertimbangkan jika ada short term teknikal rebound untuk take profit dulu. Diperkirakan Support IHSG: 5700-5790 dan Resist IHSG: 5900-5925,” beber Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Jumat (16/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, TPIA, CUAN, VKTR, MDIA, dan DOOH.

Berikut ini trading plan-nya:

BUMI Buy on Weakness dengan area beli di 152-157, cutloss di bawah 150. Target dekat di 160-163.

TPIA Sell on High dengan target dekat di 1450-1480, cutloss di bawah 1380.

CUAN Sell on High dengan target dekat di 650-660, cutloss di bawah 615.

VKTR Sell on High dengan target dekat di 462-482, cutloss di bawah 418.

MDIA Spec Buy dengan area beli di 110-112, cutloss di bawah 105. Target dekat di 118-121.

DOOH Sell on High dengan target dekat di 288-294, cutloss di bawah 268.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More