Indeks Kospi Terjun 7,57 Persen
Oleh: Rezy

foto: istimewa
Pasardana.id - Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, terjun 454,59 poin, atau sekitar 7,57 persen, pada Kamis (15/10/2026), menjadi 5.554,22.
Volume perdagangan moderat mencapai 363,47 juta saham senilai 26,87 triliun won atau sekitar US$19,97 miliar, dengan saham yang turun melampaui yang naik 787 berbanding 112.
Angka indeks melemah untuk sesi ketujuh beruntun dipicu anjloknya saham sektor teknologi seiring mencuatnya kekhawatiran terhadap keberlanjutan investasi yang berhubungan dengan kecerdasan buatan.
Penurunan tajam indeks Kospi membuat Korea Exchange mengaktifkan sell-side sidecar tak lama setelah sesi perdagangan saham dimulai, membuat operasional program perdagangan terhenti selama lima menit.
Karena angka indeks terus melemah, operator bursa mengakitfkan circuit breaker pada 12.38 waktu setempat, membuat perdagangan saham terhenti 20 menit.
“Indeks Kopsi mengalami tekanan jual dipicu kekhawatiran terhadap investasi yang berhubungan dengan AI, membuat kompetisi antara produksi chip memori dan peningkatan biaya pinjaman semakin intensif,” jelas Lee Kyoung-Min, analis Daishin Securities, seperti dikutip Yonhap News.
“Saham semikonduktor anjlok, sedangkan saham piranti keras TI dan pembangkit tenaga listrik merosot seiring melemahnya sentimen investor terhadap sektor AI,” pungkasnya.
Investor asing melepas saham senilai 3,62 triliun won, sedangkan investor institusi dan ritel masing-masing melepas saham senilai 1,69 triliun won dan 1,29 triliun won.
Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing terjun bebas 9,48 persen dan 11,06 persen.
Saham SK Square yang merupakan perusahaan induk SK Hynix anjlok 10,21 persen. Saham Samsung Electro-Mechanics yang merupakan anak perusahaan Samsung Electronics turun 15,36 persen.
Nilai tukar won melemah terhadap dolar Amerika Serikat, turun 2,3 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.344,6 won per dolar AS.
Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 3,12 persen.
Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia turun 8,2 poin, atau sekitar 0,1 persen, menjadi 8.719,7. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam melemah, sedangkan Bursa Filipina menguat.
Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 59,75 poin, atau sekitar 1,59 persen, menjadi 3.707,48. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong melemah 251,45 poin, atau sekitar 1,03 persen, menjadi 24.062,72.



