ANALIS MARKET (15/10/2026): IHSG Berpotensi Bergerak Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Indeks utama bursa Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Rabu (14/10), dipimpin oleh koreksi tajam pada Nasdaq (-1,88%), diikuti oleh S&P 500 (-1,11%), NYSE Composite (-0,50%), dan Dow Jones (-0,09%).
Rilis data inflasi AS (CPI) bulan September yang keluar lebih tinggi dari perkiraan di mana inflasi tahunan (YoY) naik ke level 3,7% versus konsensus 3,6% memicu kekhawatiran berlanjutnya era suku bunga tinggi (higher for longer).
Tekanan jual melanda saham-saham teknologi dan AI seperti Oracle dan CoreWeave yang sensitif terhadap biaya pinjaman.
Kendati demikian, perkiraan pasar berdasarkan CME FedWatch Tool per pagi ini mencatat 68,4% probabilitas bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga acuan (hold rate) pada pertemuan FOMC mendatang.
Sementara itu, dari pasar domestik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak cukup fluktuatif pada perdagangan kemarin (14/10) sebelum akhirnya ditutup menguat tipis +0,29% ke level 5.943.
Kendati menguat, tekanan dari arus modal keluar masih membayangi dengan investor asing mencatatkan aksi jual bersih (foreign net outflow) yang relatif besar mencapai Rp1,13 triliun.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG berpotensi bergerak tertekan merespons sentimen inflasi global, dengan level support krusial berada di 5.870 dan area resistance terdekat di 6.000,” sebut Azharys Hardian - Investment Growth Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia dalam riset Kamis (15/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu:
-BSDE - Trading Buy, Entry: 545 -560 TP: 585, 605 SL: <520
-TAPG - Buyback, Entry 2040 - 2080 TP: 2150, 2210 SL: <1975
Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.




