ANALIS MARKET (15/10/2026): IHSG Berpotensi Kembali Koreksi
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks Utama Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (14/10). Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan menyebabkan Nasdaq ditutup turun tajam. Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed menekan saham Oracle, CoreWeave, dan saham-saham terkait AI lainnya yang sensitif terhadap kenaikan biaya pinjaman. Indeks S&P 500 turun 1,11%; Nasdaq melemah 1,88%; dan Dow Jones Industrial Average turun 0,09%. Meningkatnya spekulasi bahwa The Fed perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk meredam inflasi memberikan pukulan telak bagi beberapa saham yang mencatat kenaikan terbesar di pasar pada tahun 2026. Saham Oracle turun 8,8%, sementara CoreWeave dan Nebius masing-masing anjlok 15% dan 10%. Saham Dell dan Hewlett Packard Enterprise masing-masing turun 11,4% dan 8,2% setelah Barclays menurunkan peringkat saham produsen server AI tersebut dari overweight menjadi equal-weight. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE turun 4,3%. Saham Bank of America turun 4,8%. Laba bank tersebut merosot pada Q3 karena perusahaan harus menyisihkan dana sebesar US$1,2 miliar untuk membayar denda regulasi akibat kegagalan mendeteksi potensi pencucian uang. Morgan Stanley turun hampir 3%, meskipun mencatatkan kenaikan laba kuartalan. Harga konsumen AS meningkat lebih cepat pada bulan September seiring melonjaknya harga bensin dan meluasnya tekanan harga ke sektor di luar energi, menurut data dari Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja AS.
Di sisi lain, Bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Rabu (14/10), seiring tekanan jual pada saham-saham terkait AI. Selain itu, pasar masih terbatas karena harga minyak bertahan di level tinggi dan menanti data inflasi AS. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,05%, Hang Seng Hong Kong melemah 0,13%, CSI 300 China merosot 1,36%, Kospi Korea Selatan terkoreksi 0,44%, dan ASX 200 Australia berkurang 0,64%. Sementara, Straits Times turun 0,13% dan FTSE Malaysia naik 0,27%. Di sisi lain, pergeseran sentimen terhadap saham terjadi setelah pejabat The Fed New York John Williams mengatakan ia melihat tidak perlu pengetatan suku bunga lebih lanjut pada tahun 2027. Namun untuk tahun ini, masih ada peluang kenaikan suku bunga satu kali lagi. Komentar Williams memberikan sedikit kelegaan menjelang rilis data inflasi AS.
Sementara itu, IHSG kemarin (14/10) ditutup naik 0.29%, tapi kembali disertai dengan net sell asing sebesar Rp104 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, BMRI, ADMR, ITMG dan PTBA.
“Karena IHSG kemarin gagal break diatas 6000, hari ini IHSG berpotensi kembali koreksi. Diperkirakan Support IHSG: 5830-5900 dan Resist IHSG: 5970-6000,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Kamis (15/10).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: TLKM, AKRA, RAJA, ULTJ, CMRY, dan INTP.
Berikut ini trading plan-nya:
TLKM Buy on Weakness dengan area beli di 2200-2250, cutloss di bawah 2170. Target dekat di 2270-2340.
AKRA Buy on Weakness dengan area beli di 1450-1470, cutloss di bawah 1450. Target dekat di 1500-1520.
RAJA Spec Buy dengan area beli di 585-595, cutloss di bawah 580. Target dekat di 610-635.
ULTJ Buy on Weakness dengan area beli di 2060-2090, cutloss di bawah 2060. Target dekat di 2120-2170.
CMRY Buy on Weakness dengan area beli di 4480-4510, cutloss di bawah 4440. Target dekat di 4560-4620.
INTP Buy on Weakness dengan area beli di 5125-5250, cutloss di bawah 5100. Target dekat di 5350-5600.
Disclaimer on




