Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (23/9/2026): IHSG Berpotensi Short Term Teknikal Rebound

Oleh: Ria

23 September 2026, 07:14
ANALIS MARKET (23/9/2026): IHSG Berpotensi Short Term Teknikal Rebound

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup beragam dengan indeks Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi, didorong oleh saham Micron Technology dan saham-saham terkait AI lainnya. Di sisi lain, indeks S&P 500 bergerak tepat di bawah rekor tertinggi, di tengah harga minyak yang diperdagangkan di kisaran US$ 100/bbl. Selasa (22/9), indeks S&P 500 ditutup relatif stagnan di level 7.764,64; Nasdaq Composite menguat 0,45%; dan Dow Jones Industrial Average turun 0,36%. Saham perusahaan chip melanjutkan kenaikan, sementara saham perangkat lunak yang terkait dengan konsumen mengalami penurunan. Selain itu, investor menyoroti sambutan positif terhadap asisten AI milik Meta Platforms, yang diluncurkan bulan ini dan mampu mengirim email serta menyelesaikan transaksi atas nama pengguna. Kesuksesan asisten AI bernama Muse ini telah memicu kenaikan saham chip terkait AI dalam beberapa hari terakhir. Namun, ada kekhawatiran bahwa teknologi ini dapat bersaing dengan peritel, perusahaan pialang daring, dan perusahaan konsumen lainnya. Di sisi lain, Amazon memblokir agen tersebut agar tidak dapat berbelanja di platformnya. Saham aplikasi layanan transportasi daring Uber Technologies dan Lyft masing-masing turun lebih dari 1%, dengan saham Charles Schwab turun 6,1% dan Airbnb melemah 3%. Di sisi lain, saham Micron melonjak 5% dan Sandisk naik hampir 7%. Saham JPMorgan Chase dan Wells Fargo sama-sama turun lebih dari 3%.

Di sisi lain, Bursa Asia ditutup naik pada perdagangan Selasa (22/9). Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,18%; Taiex Taiwan naik 0,17%; Kospi Korea Selatan menguat 0,15%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,30%. Sementara itu, FTSE Straits Times menguat 0,86%; dan FTSE Malay KLCI naik 0,99%. Sedangkan pasar saham Jepang melanjutkan libur untuk memperingati Hari Libur Nasional hingga Rabu (23/9). Penguatan pada bursa Asia seiring dengan Wall Street yang melonjak, di mana hal tersebut didorong lonjakan saham perusahaan terikat dengan AI. Selain itu, pada pertemuan puncak minggu ini di Washington, DC antara Presiden Donald Trump dan pemimpin China Xi Jinping. Kecerdasan buatan, perang Iran, tarif, dan logam tanah jarang diperkirakan akan menjadi topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Menteri Keuangan Scott Bessent akan bertemu dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng sebelum kunjungan Xi ke AS. Kemudian, pasar akan mengamati survei manufaktur Federal Reserve Richmond, serta pidato Presiden Fed New York John Williams dan Presiden Fed Richmond Tom Barkin.

Sementara itu, IHSG kemarin (22/9) ditutup turun 1.7%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp672 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBRI, TINS, BBCA, BMRI dan TPIA.

“IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 6300-6320. Hati2 jika gagal break diatas 6320, potensi lanjut koreksi ke 5850-6100 middle term. Diperkirakan Support IHSG: 6200-6220 dan Resist IHSG: 6300-6320,” sebut Fanny Suherman, CFP - Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Rabu (23/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: MDIA, BUMI, DSSA, MDKA, INET, dan ADRO.

Berikut ini trading plan-nya:

MDIA Spec Buy dengan area beli di 175-177, cutloss di bawah 175. Target dekat di 184-190.

BUMI Spec Buy dengan area beli di 180-184, cutloss di bawah 179. Target dekat di 188-190.

DSSA Spec Buy dengan area beli di 970-980, cutloss di bawah 970. Target dekat di 1015-1025.

MDKA Spec Buy dengan area beli di 2800-2830, cutloss di bawah 2800. Target dekat di 2870-2940.

INET Buy on Weakness dengan area beli di 304-316, cutloss di bawah 302. Target dekat di 320-330.

ADRO Buy on Weakness dengan area beli di 2580-2610, cutloss di bawah 2570. Target dekat di 2630-2680.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More