SBMA Gandeng APINDO, Dorong Pelaku Usaha Kaltim Manfaatkan IPO dan Pasar Modal
Oleh: Corri

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (IDX: SBMA) mendorong pelaku usaha di Kalimantan Timur memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan dan peluang investasi melalui edukasi dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov) DPP APINDO Kalimantan Timur.
Melansir siaran pers Perseroan dalam keterbukaan informasi BEI, Selasa (13/10) disebutkan, SBMA berpartisipasi dalam kegiatan tersebut melalui Galeri Investasi SBMA dengan menggelar talkshow bertema “Mengenal Pasar Modal: Peluang Investasi dan Pendanaan melalui IPO” pada Jumat (2/10).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Business Showcase Rakerkonprov APINDO Kaltim.
Talkshow tersebut merupakan kolaborasi Galeri Investasi SBMA, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kaltimtara, dan Phintraco Sekuritas.
Peserta memperoleh pemahaman mengenai fungsi pasar modal, peluang pendanaan melalui penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), investasi saham, hingga tata cara pembukaan akun investasi.
BEI Kaltimtara menjelaskan, pasar modal dapat menjadi alternatif pendanaan bagi perusahaan yang memenuhi persyaratan untuk melantai di bursa.
Melalui IPO, perusahaan berpeluang memperoleh akses pendanaan yang lebih luas guna mendukung ekspansi dan pertumbuhan jangka panjang.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memberikan pengenalan investasi saham, termasuk panduan pembukaan akun investasi.
Materi tersebut juga menekankan pentingnya memahami karakteristik instrumen, risiko, dan pengambilan keputusan investasi secara terukur.
Melalui kegiatan ini, SBMA berupaya mempertemukan kebutuhan pendanaan perusahaan dengan peluang investasi yang tersedia di pasar modal.
Langkah tersebut sekaligus mendorong pelaku usaha memahami alternatif pembiayaan untuk mengembangkan bisnis.
SBMA menilai kolaborasi antara dunia usaha, asosiasi, regulator, dan pelaku industri pasar modal berperan penting dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Kepastian berusaha, kemudahan perizinan, serta akses informasi dan pendanaan menjadi faktor pendukung daya saing dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai perusahaan terbuka, SBMA berkomitmen memperluas literasi pasar modal melalui Galeri Investasi SBMA dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Ke depan, perusahaan akan terus mengembangkan inisiatif edukasi bersama APINDO dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatkan pengetahuan serta kapasitas masyarakat.
“Melalui sinergi tersebut, SBMA berharap dapat mendukung terciptanya ekosistem bisnis dan pasar modal Kalimantan Timur yang lebih inklusif, kompetitif, adaptif, dan berkelanjutan,” tulis Francisca Puspalinda selaku Corporate Secretary PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk.




