See More

09 Oktober 2026, 08:02

09 Oktober 2026, 07:58

09 Oktober 2026, 07:48

09 Oktober 2026, 07:44

09 Oktober 2026, 07:34

09 Oktober 2026, 07:27
mentan andi amran sulaiman|sidak|tender proyek|kementan
Oleh: Ronal

Foto : Dok. Kementan
Pasardana.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan kantornya sendiri, Kamis (8/10). Hal ini bukan kali pertama dilakukan, melainkan sudah beberapa kali.
Dalam sidak kali ini, dirinya mendadak memasuki satu per satu ruang kerja para pegawainya. Sambil terheran, ia menemukan sejumlah pegawai tak berada di meja kerja meski masih dalam jam kerja.
Bahkan saat berkeliling, dirinya juga mendapati seorang pegawai yang sedang merorok di waktu yag sama (jam kerja).
“Ini jam kerja, kenapa merokok?” tamya Mentan Amran.
Tak tinggal diam, Mentan pun langsung memberinya tindakan tegas berupa skorsing pegawai yang terpergok merokok ketika jam kerja.
Dalam sidak tersebut, selain memantau kedisiplinan para pegawai, Mentan juga menyoroti proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Pertanian.
Ia menegaskan tidak boleh ada titip-titipan tender dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Tidak boleh ada titip-titipan lagi. Pemenang tender harus sesuai dengan aturan dan proses yang berlaku,” tegas Mentan Amran.
Ia juga meminta proses pengadaan dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang betkaitan dengan kebutuhan petani.
Mentan Amran juga meminta agar pegawainya mengawasi setiap bantuan pertanian, termasuk kualitas benih yang diterima petani.
“Kalau petani komplain benihnya jelek, jangan hanya menumpang dengan BAST. Harus dicek di lapangan,” tutur dia.
Sidak yang dilakukan dirinya bukan untuk mencari kesalahan para pegawai. Namun untuk memastikan semua bekerja secara optimal.
Mentan juga meminta kepada seluruh jajaran pengamanan internal turut membantu membangun budaya kerja yang disiplin.
Selain itu, dirinya juga meminta petugas keamanan mencatat pegawai yang datang paling pagi dan pegawai yang kerap terlambat.
“Catat siapa yang paling rajin, datang paling pagi. Catat juga yang sering terlambat,” tegasnya.