See More

09 Oktober 2026, 10:18

09 Oktober 2026, 09:40

09 Oktober 2026, 09:39

09 Oktober 2026, 09:14

09 Oktober 2026, 09:11

09 Oktober 2026, 09:04
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|FAC Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (8/10), IHSG ditutup melemah 115,44 poin (-1,88%) ke level 6.031,28.
Pelemahan dipicu oleh sentimen eksternal, terutama lonjakan harga minyak dunia lebih dari 4% akibat kekhawatiran konflik AS–Iran yang berpotensi meningkatkan inflasi energi.
Selain itu, risalah The Fed yang cenderung hawkish memperkuat kekhawatiran suku bunga AS akan bertahan tinggi, sehingga mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil US Treasury.
Kondisi ini menekan rupiah dan mengurangi daya tarik saham di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, di tengah pelemahan bursa Asia.
Tekanan jual meluas dengan sembilan dari 11 sektor melemah, dipimpin sektor industri (-2,86%), energi (-2,77%), dan infrastruktur (-2,55%).
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari DJIA (+0,10%), S&P 500 (-0,47%), & Nasdaq (-1,25%).
Kondisi ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap profitabilitas industri AI setelah laporan Financial Times menyebut pendapatan tahunan OpenAI diperkirakan sekitar US$50 miliar, lebih rendah dari estimasi sebelumnya sebesar US$70 miliar.
Hal ini memicu kekhawatiran investor terhadap kemampuan perusahaan pengembang AI menghasilkan keuntungan di Tengah besarnya investasi infrastruktur, sehingga menekan saham semikonduktor seperti Nvidia (-2,9%), Broadcom (-4,6%), dan Micron (-4,8%), serta saham hyperscalers seperti Oracle (-5,8%) dan Microsoft (-1,3%).
Di sisi lain, kenaikan dan volatilitas harga minyak akibat meningkatnya serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz serta ancaman badai terhadap produksi minyak lepas pantai AS di Teluk Meksiko turut menambah ketidakpastian pasar.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring masih tingginya yield US Treasury dan harga minyak mentah. Investor hari ini akan menantikan rilis data Laporan Survei Penjualan Eceran Indonesia (Agustus 2026),” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (09/10).