Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (12/10/2026): IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

Oleh: Ria

12 Oktober 2026, 07:56
ANALIS MARKET (12/10/2026): IHSG Berpotensi Menguat Terbatas

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street rebound pada akhir perdagangan Jumat (9/10), ditopang rally saham teknologi setelah sektor AI sempat dihantam aksi jual, meskipun kenaikan yield obligasi dan harga minyak masih membebani pasar. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,83%; S&P 500 menguat 0,59%; dan Nasdaq Composite naik 0,64%. Saham Palo Alto Networks melesat 5%; sementara CrowdStrike dan Palantir Technologies masing-masing naik 4% dan 5%. Microsoft menguat 2%, dan Amazon bertambah 3%. Sentimen lain setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington tidak akan melancarkan serangan terhadap Iran sebelum pemilihan paruh waktu. Trump juga menyebut perundingan antara Washington dan Teheran untuk mengakhiri perang Iran berjalan produktif. Namun, harga minyak mentah kembali menguat, minyak WTI dan Brent masing-masing naik 0,4%. Di sisi lain, perhatian pasar tertuju pada laporan keuangan 3Q26, terutama dari sejumlah bank besar AS. Wells Fargo, Goldman Sachs, Citigroup, JPMorgan Chase, Bank of America, dan Morgan Stanley dijadwalkan merilis kinerja keuangan mereka. Sementara, saham SpaceX milik Elon Musk mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum frekuensi rendah yang mencakup seluruh wilayah AS. Kesepakatan ini berpotensi meningkatkan persaingan di industri layanan nirkabel. Saham T-Mobile US, AT&T, dan Verizon masing-masing turun antara 8,8% dan 13,3%. Saham Humana melonjak 11,6% setelah data pemerintah AS menunjukkan bahwa 95% peserta program Medicare Advantage yang dikelolanya berada dalam paket dengan peringkat empat bintang atau lebih tinggi untuk tahun 2027. Sedangkan, saham Apple turun 1,1%. Penurunan terjadi setelah laporan media menyebut perusahaan tersebut meminta sejumlah pemasok mengurangi produksi komponen untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang baru diluncurkan.

Di sisi lain, Bursa saham Asia-Pasifik bervariasi pada perdagangan Jumat (9/10). Investor mencermati tingginya harga energi, gejolak pasar obligasi, serta kebutuhan pendanaan yang semakin besar untuk investasi AI. Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun tipis 0,02%; sedangkan Topix naik 0,33%. Di Korea Selatan, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,6%; dan Kosdaq melemah 0,69%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong melesat 1,8%; CSI 300 China naik 0,16%; Taiex Taiwan melemah 1%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,64%. Sementara, FTSE STI Singapura turun 0,20%; dan KLCI Malaysia naik 0,46%.

Sementara itu, diperdagangan sebelumnya (09/10), IHSG ditutup naik 1.04%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp142 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah GOTO, BBRI, TLKM, PACK, dan AADI.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG berpotensi menguat terbatas ke 6150, tapi hati2 jika gagal break resistance tersebut, potensi kembali koreksi ke 6000-an. Diperkirakan Support IHSG: 6000-6050 dan Resist IHSG: 6150-6200,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Senin (12/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: RAJA, TINS, ASLI, DOOH, ISAT, dan MAPI.

Berikut ini trading plan-nya:

RAJA Buy if Break 670, dengan target dekat di 685-695. Cutloss di bawah 655.

TINS Spec Buy dengan area beli di 4400-4450, cutloss di bawah 4400. Target dekat di 4520-4560.

ASLI Spec Buy dengan area beli di 458-468, cutloss di bawah 456. Target dekat di 476-480.

DOOH Buy on Weakness dengan area beli di 238-270, cutloss di bawah 236. Target dekat di 278-290.

ISAT Spec Buy dengan area beli di 2100-2120, cutloss di bawah 2100. Target dekat di 2160-2190.

MAPI Buy if Break 1560, dengan target dekat di 1580-1615. Cutloss di bawah 1510.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More