Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (15/9/2026): IHSG Berpotensi Rebound

Oleh: Ria

15 September 2026, 08:05
ANALIS MARKET (15/9/2026): IHSG Berpotensi Rebound

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Indeks utama Wall Street ditutup turun pada Senin (14/9), tertekan oleh kerugian di Nvidia dan produsen chip lainnya setelah perusahaan AI AS menyuarakan kekhawatiran tentang keselamatan dan menyerukan perlambatan pengembangan AI. Indeks S&P 500 turun 0,48%; Nasdaq turun 0,56%; dan Dow Jones Industrial Average turun 0,29%. Yield obligasi Treasury 10Y sempat melampaui 5% untuk pertama kalinya sejak tahun 2023 menjelang pertemuan The Fed pekan ini, yang diperkirakan menaikkan suku bunga. Saham-saham terkait dengan AI melemah setelah para pemimpin Anthropic, OpenAI, dan xAI memperingatkan risiko dari perkembangan yang pesat. Saham Nvidia turun 3,4%; Micron Technology turun lebih dari 5%. Saham Broadcom dan Advanced Micro Devices masing-masing turun lebih dari 4%. Saham ServiceNow, Adobe, dan Workday naik antara 4% dan 7,4%. Sementara itu, harga minyak mentah Brent ditutup 1% lebih tinggi pada level US$ 105,68/bbl karena kekhawatiran tentang pasokan energi meningkat setelah serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi dan serangan terhadap kapal-kapal di Timur Tengah.

Di sisi lain, Pasar saham Asia melemah pada perdagangan Senin (14/9), seiring kembali melonjaknya harga minyak mentah akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Pada saat yang sama, investor bersiap menghadapi potensi kenaikan suku bunga oleh The Fed dan Jepang pekan ini. Harga minyak Brent sempat melonjak sekitar 3% bertahan di atas US$ 100 per barel, setelah serangkaian serangan baru terhadap Arab Saudi dan kapal-kapal di kawasan Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Serangan terhadap jaringan pipa minyak Arab Saudi serta pergerakan kelompok Houthi di Yaman menambah risiko terganggunya distribusi minyak di tengah konflik yang masih berlangsung. Di sisi lain, pertemuan Iran dengan negara-negara Arab Teluk yang sedianya digelar di Oman pada Senin untuk membahas kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz ditunda. Bank Sentral Eropa (ECB) telah menaikkan suku bunga pada pekan lalu. Selain itu, perhatian pada keputusan The Fed pada Rabu dan BOJ pada Jumat. Sementara itu, Bank of England (BoE) diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Kamis.

Sementara itu, IHSG kemarin (14/9) ditutup turun 0.1%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp331 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah ANTM, BMRI, BBCA, BUMI dan TINS.

“IHSG berpotensi rebound hari ini, jika berhasil break di atas resistance 6550. Hati2 jika gagal break 6550, pptensi kembali koreksi mendekati pengumuman the Fed. Diperkirakan Support IHSG: 6450-6500 dan Resist IHSG: 6550-6600,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Selasa (15/9).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: MEDC, ENRG, TPIA, SSIA, PTBA, dan ITMG.

Berikut ini trading plan-nya:

MEDC Spec Buy dengan area beli di 1530-1575, cutloss di bawah 1530. Target dekat di 1600-1630.

ENRG Spec Buy dengan area beli di 1410-1450, cutloss di bawah 1400. Target dekat di 1490-1530.

TPIA Spec Buy dengan area beli di 1850-1865, cutloss di bawah 1850. Target dekat di 1885-1920.

SSIA Spec Buy dengan area beli di 1655-1690, cutloss di bawah 1650. Target dekat di 1715-1750.

PTBA Spec Buy dengan area beli di 3060-3080, cutloss di bawah 3020. Target dekat di 3110-3150.

ITMG Spec Buy dengan area beli di 26050-26150, cutloss di bawah 26000. Target dekat di 26325-26525.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More