ANALIS MARKET (02/10/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (1/10), IHSG ditutup melemah 61,64 poin (- 1,01%) ke level 6.009,50.
Pelemahan IHSG disebabkan kombinasi foreign outflow yang masih kuat, ketidakpastian pasar setelah reshuffle kabinet, serta kenaikan inflasi September menjadi 3,28% YoY yang memunculkan kekhawatiran terhadap ruang pelonggaran moneter.
Selain itu, mulai diberlakukannya mekanisme short selling pada lima saham pada 1 Oktober turut menjadi faktor yang meningkatkan kehatihatian dan potensi volatilitas pasar.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari DJIA (+0,04%), S&P 500 (+0,20%), & Nasdaq (+0,04%).
Penguatan tersebut karena meredanya tekanan di pasar obligasi AS, setelah yield US Treasury 10 tahun turun dari level tertinggi sejak 2002, sehingga mengurangi kekhawatiran investor terhadap kenaikan suku bunga dan memberikan ruang bagi saham, khususnya sektor teknologi dan growth, untuk rebound.
Sentimen turut diperkuat oleh pernyataan Fed Vice Chair Philip Jefferson yang mengindikasikan bahwa The Fed membutuhkan waktu untuk menilai apakah kenaikan suku bunga lanjutan masih diperlukan.
Selain itu, kinerja dan outlook Micron yang kuat mendorong saham semikonduktor, dengan Nvidia, AMD, dan Micron turut menguat.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring masih tingginya ketidakpastian di market. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan tensi geopolitik, yield US Treasury AS, harga minyak mentah dan pergerakan nilai tukar Rupiah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (02/10).





