Kemenhub Dukung Pelabuhan Tanjung Priok Jadi Kawasan Green Port
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Pemerintah lewat Kementerian Perhubungan (kemenhub) terus menggencarkan upaya startegis untuk mengurangi emisi kendaraan, terutama yang beroperasi di kawasan pelabuhan.
Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mengungkap salah satu upaya yang dilakukan dengan mendukung program uji emisi kendaraan yang digelar PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), untuk menciptakan pelabuhan hijau atau green port di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Sutana bilang, pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara, mengingat tingginya aktivitas kendaraan di kawasan pelabuhan.
Adapun, PSL melakukan uji emisi terhadap 100 kendaraan pengguna jasa di kawasan Pelabuhan Jakarta Utara tersebut.
"Pelabuhan merupakan simpul transportasi dengan pergerakan kendaraan sangat tinggi. Pengendalian emisi kendaraan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas udara dan mendorong sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Upaya seperti ini perlu dijalankan bersama oleh operator pelabuhan, perusahaan angkutan, dan pelaku usaha logistik," ujar Suntana di Jakarta, Senin (5/10).
Pengendalian emisi kendaraan tersebut sejalan dengan upaya Pelindo Group untuk mendorong terciptanya konsep Green Port atau pelabuhan yang lebih hijau dan ramah lingkungan.
Wakil Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Drajat Sulistyo, mengatakan upaya tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh operator pelabuhan.
Seluruh ekosistem yang beraktivitas di kawasan pelabuhan perlu ikut mengambil bagian.
"Setiap hari ribuan kendaraan keluar masuk kawasan pelabuhan. Karena itu, upaya menuju Green Port perlu melibatkan seluruh ekosistem yang bekerja dan beraktivitas di pelabuhan. Merdeka dari Emisi menjadi salah satu cara kami mengajak para pelaku logistik untuk ikut mengambil bagian," beber Drajat.
Direktur Operasi & Teknik PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Bobby Hardian, mengatakan kualitas lingkungan di kawasan pelabuhan sangat dipengaruhi kondisi kendaraan yang beroperasi setiap hari.
Menurut dia, Tanjung Priok merupakan salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia dengan ribuan truk yang melintas setiap hari untuk mendukung aktivitas logistik dan distribusi barang.
"Tingginya mobilitas tersebut membuat kondisi kendaraan perlu mendapatkan perhatian bersama, untuk membantu menjaga kualitas udara dan lingkungan di kawasan pelabuhan," ujar Bobby.
Sebagai informasi, sebanyak 100 kendaraan pengguna jasa mengikuti pemeriksaan emisi.
Hasilnya, sebanyak 98 persen kendaraan menunjukkan hasil emisi yang baik dan memenuhi standar baku mutu yang dipersyaratkan.
Sementara itu, 2 persen kendaraan lainnya direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan performa kendaraan sekaligus mengurangi emisi yang dihasilkan.
"Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk merawat kendaraan sudah baik. Namun masih ada sebagian kendaraan yang memerlukan perhatian lebih. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para pengguna jasa untuk melakukan perawatan kendaraan secara berkala sehingga berdampak positif bagi operasional maupun lingkungan," jelasnya.




