Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (05/10/2026): IHSG Berpotensi Lanjut Menguat

Oleh: Ria

05 Oktober 2026, 07:36
ANALIS MARKET (05/10/2026): IHSG Berpotensi Lanjut Menguat

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Saham-saham AS ditutup menguat pada Jumat (2/10), setelah data tenaga kerja AS yang melemah dari perkiraan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam pertemuan kebijakan bulan ini. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,49%; S&P 500 menguat 0,73%; dan Nasdaq Composite melesat 1,19%. Sementara indeks global MSCI naik 0,6%. Indeks pan-Eropa STOXX 600 menguat 0,75%. Di sisi lain, data nonfarm payrolls AS menunjukkan penambahan 29.000 lapangan kerja bulan lalu (angka yang dirilis dalam laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja). Angka tersebut berada di bawah perkiraan penambahan 90.000 lapangan kerja menurut konsensus. Pertumbuhan lapangan kerja bulan Agustus direvisi turun menjadi 133.000 dari angka kenaikan 162.000 yang dilaporkan sebelumnya. Data yang melemah dari perkiraan tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga setidaknya 25 bps oleh The Fed pada pertemuan akhir bulan Oktober menjadi 22,7%. Saham-saham mega-cap turut memimpin penguatan. Saham Nvidia naik 1,3% dan Tesla menguat 4,7%. Kenaikan saham Tesla turut mendongkrak indeks consumer discretionary S&P 500 sebesar 1,4%. Serangkaian data terkini yang menunjukkan ketahanan aktivitas ekonomi dan kenaikan harga yang melambat dari perkiraan (ditambah komentar dari dua pejabat tinggi kebijakan yang memperingatkan agar tidak menaikkan suku bunga lagi) telah mendorong investor untuk menurunkan ekspektasi mereka minggu ini mengenai kenaikan suku bunga bulan Oktober.

Di sisi lain, Bursa saham Asia beragam dengan mayoritas melemah pada perdagangan Jumat (2/10) akhir pekan, di tengah volatilitas pasar obligasi dan valuta asing yang tinggi, serta menjelang rilis data tenaga kerja AS yang berpotensi memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Indeks Jepang, Nikkei 225 dan Topix terkoreksi sekitar 0,9%. Di ikuti, Hang Seng Hong Kong anjlok 2,6%; dan KOSDAQ Korea Selatan turun 0,11%. Sedangkan, KOSPI Korea Selatan naik 0,46%; Taiex Taiwan menguat 0,25%; dan ASX 200 Australia bertambah 0,79%. Sementara, pasar saham China daratan tutup karena libur nasional hingga Rabu pekan depan. Di sisi lain, perhatian utama investor mencermati data nonfarm payrolls AS, yang diperkirakan terdapat penambahan sekitar 90.000 lapangan kerja pada bulan September, sementara tingkat pengangguran diperkirakan bertahan di 4,1%.

Sementara itu, diperdagangan sebelumnya (02/10), IHSG ditutup naik 0.46%, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.31 Triliun. Saham yang paling banyak dijual asing adalah GOTO, BBRI, SINI, BMRI dan DSSA.

“IHSG berpotensi lanjut menguat jika bertahan di atas support kuat di 6000. Diperkirakan Support IHSG: 6000-6020 dan Resist IHSG: 6070-6100,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Senin (05/10).

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu: INDY, MBMA, VKTR, DEWA, SRSN, dan JGLE.

Berikut ini trading plan-nya:

INDY Spec Buy dengan area beli di 2490-2540, cutloss di bawah 2490. Target dekat di 2570-2620.

MBMA Spec Buy dengan area beli di 462-470, cutloss di bawah 462. Target dekat di 476-480.

VKTR Spec Buy dengan area beli di 825-835, cutloss di bawah 820. Target dekat di 850-870.

DEWA Spec Buy dengan area beli di 328-338, cutloss di bawah 328. Target dekat di 344-350.

SRSN Spec Buy dengan area beli di 127-132, cutloss di bawah 123. Target dekat di 137-144.

JGLE Spec Buy dengan area beli di 44-46, cutloss di bawah 43. Target dekat di 48-50.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More