ANALIS MARKET (10/9/2026): IHSG Masih Berpotensi Sideways Cenderung Menguat
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (09/9). Tekanan datang dari lonjakan harga minyak mentah yang menembus US$ 100/bbl, serta kenaikan yield obligasi pemerintah AS menjelang rilis data inflasi. Indeks S&P 500 turun 0,48%; Nasdaq melemah 0,64%, dan Dow Jones Industrial Average berkurang 0,77%. Harga minyak Brent melonjak melewati level US$ 100/bbl, di tengah kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dan meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Perang AS dan Israel dengan Iran yang memasuki bulan ketujuh meningkatkan kekhawatiran konflik yang meluas di kawasan tersebut. Kenaikan harga minyak juga berpotensi mendorong inflasi, sehingga menjadi perhatian investor terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed. Investor kini menunggu data PPI AS yang akan dirilis Kamis serta data inflasi konsumen CPI pada Jumat. Di sisi emiten, saham Apple turun 0,3% setelah menggelar peluncuran smartphone pertamanya di bawah CEO baru John Ternus. Sedangkan, saham Meta melonjak lebih dari 6%. Saham Alphabet turun 2,3% setelah perseroan mengumumkan rencana investasi sedikitnya US$ 15,1 miliar untuk infrastruktur AI di Finlandia dalam dua tahun ke depan. Investasi tersebut mencakup kesepakatan besar terkait pasokan listrik tenaga nuklir. Sementara itu, Philadelphia Semiconductor Index naik 0,37%. Saham Advanced Micro Devices (AMD) menguat 3%.
Di sisi lain, Harga minyak mentah Brent terus meningkat dan mendekati level US$ 100/bbl pada Rabu (9/9), seiring eskalasi konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak menyebabkan kekhawatiran inflasi global dan membuat pergerakan pasar saham Asia mayoritas terkoreksi. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran ke sejumlah kota di Arab Saudi pada Selasa (8/9) semakin memperluas dampak konflik. Di sisi lain, pasukan AS menyerang sejumlah kapal tanker minyak Iran, sementara Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Yordania. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,2%; dan Topix melemah 0,1%. Sejalan, Hang Seng Hong Kong melemah 0,17%; dan ASX Australia turun 0,11%. Sedangkan, KOSPI Korea Selatan dan KOSDAQ kompak melesat, masing-masing sebesar 1,4% dan 2,3%. Sementara itu, STI Singapura turun 0,66%; dan KLCI Malaysia ditutup stagnan. Di sisi domestik, survei Konsumen BI pada Agust-26 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan Jul-26. Hal tersebut berdasarkan dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agust-26 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 118,5, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks Jul-26 sebesar 116,8.
Sementara itu, IHSG kemarin (09/9), ditutup turun 0.12%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp621 Miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, CPIN, ASII dan KLBF.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, IHSG masih berpotensi sideways cenderung menguat hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6620-6660 dan Resist IHSG: 6700-6730,” sebut Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam riset Kamis (10/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini: ICBP, ADRO, DSSA, INET, CUAN, dan BYAN.
Berikut ini trading plan-nya:
ICBP Spec Buy dengan area beli di 7200, cutloss di bawah 7100. Target dekat di 7275-7375.
ADRO Spec Buy dengan area beli di 2690, cutloss di bawah 2650. Target dekat di 2740-2800.
DSSA Spec Buy dengan area beli di 1170, cutloss di bawah 1150. Target dekat di 1200-1235.
INET Buy on Weakness dengan area beli di 360-366, cutloss di bawah 358. Target dekat di 374-382.
CUAN Spec Buy dengan area beli di 925-940, cutloss di bawah 920. Target dekat di 960-975.
BYAN Spec Buy dengan area beli di 13600-13775, cutloss di bawah 13600. Target dekat di 13975-14100.
Disclaimer on





