ANALIS MARKET (07/8/2026): IHSG Diperkirakan Cenderung Tertekan
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (6/8), IHSG ditutup melemah 7,43 poin (- 0,12%) ke 6.343,71.
Pelemahan IHSG tidak lepas dari adanya aksi profit taking pelaku pasar pasca penguatan dalam beberapa hari terakhir.
Dari sisi kebijakan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pada Rabu (5/8) bahwa pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus pada 2H26 untuk mengantisipasi dampak El Nino yang sudah mulai aktif sejak Juni 2026 dan berpotensi mempengaruhi berbagai sektor.
Kemudian, Reuters melaporkan bahwa Destry Damayanti, yang saat ini menjadi gubernur sementara Bank Indonesia, menjadi kandidat terkuat untuk menempati posisi gubernur Bank Indonesia secara definitif.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-0,85%), S&P 500 (-0,18%), & Nasdaq (-0,06%).
Imbal hasil obligasi meningkat seiring dengan kenaikan harga bahan bakar grosir saat pelaku pasar meninjau kembali prospek pemulihan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Laporan menyebutkan bahwa Iran berencana melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi jalur perairan tersebut serta menuntut kompensasi dari negara-negara yang dianggapnya bermusuhan sebelum mengizinkan pelayaran.
Kemudian, pernyataan bernada hawkish dari anggota FOMC diperkuat oleh laporan bahwa Ketua The Fed, Warsh, bersedia menaikkan suku bunga jika inflasi terus meningkat.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung tertekan seiring berlanjutnya ruang untuk terjadinya profit taking oleh pelaku pasar,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Jumat (07/8).





