ANALIS MARKET (21/9/2026): IHSG Berpotensi Teknikal Rebound
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, Wall Street menutup perdagangan Jumat (18/9), dengan pergerakan beragam setelah menjalani pekan yang volatil. Kekhawatiran inflasi kembali menjadi perhatian investor karena yield US Treasury menembus 5%, sementara harga minyak mentah bertahan di atas US$ 100/bbl. Indeks Dow Jones turun 95,40 poin (0,18%); S&P 500 naik 12,74 poin (0,17%); dan Nasdaq Composite menguat 104,25 poin (0,40%). Sementara itu, kekhawatiran terhadap inflasi tetap menjadi perhatian utama pasar setelah harga minyak mentah bertahan di atas US$ 100/bbl. Namun, harga minyak berbalik melemah dari level tertingginya pada sesi perdagangan. Pergerakan tersebut terjadi setelah China, atas permintaan Arab Saudi, meminta Iran membatasi serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi. Saham Xenon Pharmaceuticals anjlok 30,7% setelah perusahaan menghentikan sementara pendaftaran peserta dalam uji klinis obat eksperimental untuk depresi berat dan bipolar. Keputusan tersebut diambil setelah muncul laporan mengenai efek samping. Sebaliknya, saham perusahaan yang terkait dengan aset kripto menguat. Coinbase, Strategy dan Robinhood masing-masing naik antara 9,1% hingga 16,4%, seiring harga bitcoin yang melonjak 5,9%.
Di sisi lain, Bursa saham Asia menguat pada perdagangan Jumat (18/9), sementara US$ stabil dan yen melemah. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat 1,4%; sedangkan Topix melemah 0,07%. Sementara itu, BOJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 1,25%. Pengetatan moneter tersebut dilakukan menyusul meningkatnya risiko inflasi serta tekanan kebijakan dari AS. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong menguat 0,6%; Taiex Taiwan meningkat 1,9%; Kospi Korea Selatan melonjak 2,7%; dan ASX 200 Australia turun tipis 0,01%. Selain itu, Straits Times turun 0,08%; dan FTSE Malaysia melemah 0,55%. Harga minyak Brent turun hampir 1% menjadi US$ 103,87/bbl. Penurunan terjadi setelah muncul harapan adanya jalur alternatif untuk mengalirkan pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Namun, risiko gangguan pasokan masih menjadi perhatian karena konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman masih berlangsung. Di domestik, RDG BI dijadwalkan akan diputuskan kembali pada tanggal 22-23 September 2026. Konsensus memperkirakan BI akan tetap menahan suku bunga acuan di posisi 5,75%, meskipun The Fed baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75%-4,00%.
Sementara itu, IHSG jumat kemarin ditutup turun 0.33% di level 6,441.16 disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.79 T. Saham yang paling banyak di net sell asing adalah BBCA, BMRI, AMMN, TLKM dan DSSA.
“IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound di range 6500-6550. Diperkirakan Support IHSG: 6400-6320 dan Resist IHSG: 6500-6550,” sebut Karina Rusfidyawati - Retail Research Analyst BNI Sekuritas dalam riset Senin (21/9).
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: INCO, ANTM, ARCI, MAPI, BULL dan MBMA.
Berikut ini trading plan-nya:
-INCO Spec Buy dengan area beli di 4840-4860 cutloss di bawah 4790. Target dekat di 4920-5000.
-ANTM Spec Buy dengan area beli di 3320-3340 cutloss di bawah 3290. Target dekat di 3380-3440.
-ARCI Spec Buy dengan area beli di 1370-1380 cutloss di bawah 1355. Target dekat di 1395-1425.
-MAPI Buy if Break 1500 cutloss di bawah 1475. Target dekat di 1515-1545.
-BULL Spec Buy dengan area beli di 386-390 cutloss di bawah 382. Target dekat di 396-402.
-MBMA Spec Buy dengan area beli di 540-545 cutloss di bawah 535. Target dekat di 555-565.
Disclaimer on




